Media Barat dan busuknya propaganda Amerika di Suriah

Jumat, 2 Desember 2016 06:07 Reporter : Pandasurya Wijaya
Media Barat dan busuknya propaganda Amerika di Suriah Omran Daqneesh. ©YouTube

Merdeka.com - di Twitter tentang situasi di sebelah timur Kota Aleppo, tempat dia tinggal. Dari kicauan-kicauannya orang bisa menganggap betapa kejamnya militer Rusia dan pasukan Suriah membombardir Aleppo.

Namun jika ditelusuri, apa yang ditulis Bana itu diragukan kebenarannya.

Bana dikatakan tinggal bersama kedua orang tua dan dua kakak laki-lakinya. Ibunya, Fatimah, seorang guru dan ayahnya Ghassan bekerja di dinas hukum dewan kota di wilayah yang dikuasai pemberontak. Fatimah juga sering menulis di akun Twitter Bana.

bana alabed

bana alabed ©Twitter

Bana rajin menulis di Twitter tentang pengeboman di Aleppo yang dilakukan militer Rusia dan Suriah. Dalam kicauannya yang berbahasa inggris, Bana kerap menulis tentang serangan bom, meminta doa, dan kedamaian di Aleppo. Fatimah juga meminta Vladimir Putin dan Assad diseret ke pengadilan atas kejahatan perang.

"Ribuan pasukan Assad menyerang Aleppo timur untuk membantai kami. Wahai dunia, tolonglah kami-Fatimah."

"Orang-orang mati seperti lalat. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Serangan bom ini seperti hujan," kata Bana dalam Twitternya 24 September lalu.

Kelancarannya menulis dalam bahasa Inggris dengan mengungkapkan ekspresi tertentu membuat orang akan mengira bocah tujuh tahun itu sungguh mahir dan jenius berbahasa. Namun dalam sebuah video yang diunggahnya terlihat Bana bukan bocah yang mahir bahasa Inggris atau jenius.

Tidak diragukan lagi, Bana dan juga helm Putih adalah bagian dari propaganda busuk Amerika untuk membuat dunia menganggap Rusia dan rezim Suriah adalah penjahat perang. Padahal, dunia seharusnya tahu siapa penjahat yang sebenarnya. [pan] SEBELUMNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini