Mantan penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Bannon, mengatakan gencatan senjata antara Israel dan Iran dimaksudnya demi “menyelamatkan Israel.”
Dalam penampilannya di The Ingraham Angle dari Fox News, Bannon mengklaim pasukan Israel kewalahan dan kehabisan pilihan pertahanan.
Ia menyebut "Bibi"--nama akrab Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu--telah menyesatkan AS.
“Mereka menggigit lebih dari yang bisa mereka kunyah,” kata Bannon. Ia menggambarkan hari yang brutal bagi warga sipil Israel di Tel Aviv dan Beersheba selama 12 hari atas pembalasan rudal Iran.
Advertisement
Ketergantungan kepada AS
Ia menyebut Israel kehabisan rudal pertahanan.
“Iron Dome sudah mencapai batasnya. Mereka tidak dapat mempertahankan pertempuran,” tambahnya. Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan 1.000 pesawat nirawak (drone) selama konflik 12 hari itu berlangsung.
Bannon mengkritik ketergantungan Israel pada kekuatan militer AS. ia menunjukkan AS harus menyerang situs nuklir Iran menggunakan rudal Tomahawk.
“Mengapa Anda meminta kami untuk menghancurkan infrastruktur nuklir? Netanyahu mengira ia dapat menyeret kami ke dalam perang besar,” kata Bannon.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey