Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Pejabat Amerika Ungkap Demo Bela Palestina Bisa Pengaruhi Jumlah Pemilih dalam Pilpres AS

Mantan Pejabat Amerika Ungkap Demo Bela Palestina Bisa Pengaruhi Jumlah Pemilih dalam Pilpres AS

Mantan Pejabat Amerika Ungkap Demo Bela Palestina Bisa Pengaruhi Jumlah Pemilih dalam Pilpres AS

Saat ini sedang berlangsung demo di berbagai kampus di AS, menentang agresi brutal Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Saat ini sedang berlangsung demo bela Palestina di berbagai kampus di Amerika Serikat (AS). Para mahasiswa melakukan perkemahan di dalam area kampus, salah satunya menuntut gencatan senjata permanen di Jalur Gaza, Palestina yang hancur akibat agresi brutal Israel.


Maraknya demo bela Palestina di AS ini bakal berdampak terhadap jumlah pemilih dalam pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung pada November mendatang. Hal ini disampaikan mantan Dubes AS untuk Indonesia, Robert Blake.

Menurut Blake, perang Israel di Gaza dalam konteks potensi juga berpengaruh dampaknya terhadap jumlah pemilih. 

Menurut Blake, perang Israel di Gaza dalam konteks potensi juga berpengaruh dampaknya terhadap jumlah pemilih. 

Protes-protes kampus di seluruh AS mencerminkan keprihatinan yang meluas atas jatuhnya korban sipil di Gaza.

Termasuk pengeboman Israel, kurangnya bantuan kemanusiaan, dan kelaparan yang terjadi di Gaza.


Indikator utama dari pengaruh politik termasuk resolusi untuk menghentikan pertempuran, peningkatan bantuan kemanusiaan, dan rencana untuk Gaza pasca-perang, termasuk penarikan Israel dan otonomi Palestina. Isu-isu ini sangat kompleks dan belum terselesaikan, dengan perdebatan yang sedang berlangsung di Israel. Faktor-faktor ini diperkirakan akan secara signifikan mempengaruhi jumlah pemilih.

Hal tersebut dipaparkan Blake dalam forum diskusi yang diselenggarakan Foreign Policy Community Indonesi (FPCI) di Jakarta, Senin (20/5).

Hal tersebut dipaparkan Blake dalam forum diskusi yang diselenggarakan Foreign Policy Community Indonesi (FPCI) di Jakarta, Senin (20/5).

Blake juga menyampaikan, ada dua hal penting yang bisa mempengaruhi pemilu tahun ini, yang pertama adalah inflasi, yang masih tinggi di AS. Jika pemerintahan Joe Biden bisa menurutnkan inflasi ke target 2 persen, maka itu akan menjadi pencapaian yang sangat penting.

Selain inflasi, aborsi juga berpengaruh. Blake menjelaskan, beberapa negara bagian telah memberlakukan undang-undang aborsi yang lebih ketat, seperti membatasi hak aborsi dalam waktu enam minggu setelah kehamilan. Pembatasan ini diperkirakan akan menjadi masalah yang signifikan dalam pemilu mendatang. Partai Demokrat ingin memanfaatkan hal ini untuk memobilisasi pemilih perempuan, yang dalam beberapa pemilu terakhir telah banyak memberikan suara mereka dan cenderung memilih Partai Demokrat karena kekhawatiran mereka terhadap hak-hak aborsi.

Terkait potensi terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS, Blake mengatakan Trump saat ini tengah dihadapkan pada empat kasus hukum, salah satunta kasus dugaan campur tangan pemilu Georgia, di mana Trump diduga menekan para pejabat untuk membatalkan hasil pemilu.


Jika terbukti bersalah dalam kasus-kasus ini, hal ini dapat secara signifikan mempengaruhi para pemilih mengambang (swing voter), terlepas dari klaim Trump bahwa kasus-kasus ini bermotif politik. Putusan hukum atas kasus ini menurutnya sangat penting dalam mempengaruhi pemilih.

Namun terlepas dari itu, Blake mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui hasil pemilu nanti.

Namun terlepas dari itu, Blake mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui hasil pemilu nanti.

Polisi AS Tangkap Ratusan Mahasiswa Sampai Jurnalis karena Demo Bela Palestina di Berbagai Kampus
Polisi AS Tangkap Ratusan Mahasiswa Sampai Jurnalis karena Demo Bela Palestina di Berbagai Kampus

Demo bela Palestina di berbagai kampus di AS meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Selengkapnya
Israel Mulai Kekurangan Tentara, Sampai Rekrut Warga Berumur 40 Tahun Lebih
Israel Mulai Kekurangan Tentara, Sampai Rekrut Warga Berumur 40 Tahun Lebih

Israel belum mampu mengalahkan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Baca Selengkapnya
Ahli Politik Amerika: Israel Tak Mampu Kalahkan Hamas, Tujuan Sebenarnya Genosida Rakyat Palestina di Gaza
Ahli Politik Amerika: Israel Tak Mampu Kalahkan Hamas, Tujuan Sebenarnya Genosida Rakyat Palestina di Gaza

Agresi brutal Israel bukan untuk menghancurkan Hamas sebagaimana dinyatakan selama ini.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
VIDEO Tentara AS Bakar Diri di Depan Kedutaan Israel, Teriakan Terakhirnya
VIDEO Tentara AS Bakar Diri di Depan Kedutaan Israel, Teriakan Terakhirnya "Free Palestine"!

Aksi bakar diri ini sebagai bentuk protes atas genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Baca Selengkapnya
Israel Kembali Serang Rafah, 35 Warga Palestina Tewas Terbakar, Kebanyakan Ibu dan Anak-Anak
Israel Kembali Serang Rafah, 35 Warga Palestina Tewas Terbakar, Kebanyakan Ibu dan Anak-Anak

Kebrutalan agresi Israel di Jalur Gaza masih berlanjut kendati Mahkamah Internasional mengeluarkan perintah untuk menghentikannya.

Baca Selengkapnya
Baru Sehari Pulang Dari Gaza, Tentara Israel Bunuh Diri Tembak Kepalanya Sendiri
Baru Sehari Pulang Dari Gaza, Tentara Israel Bunuh Diri Tembak Kepalanya Sendiri

Baru Sehari Pulang Dari Gaza, Tentara Israel Ini Bunuh Diri Tembak Kepalanya Sendiri

Baca Selengkapnya
VIDEO Demonstran Israel Penuhi Jalanan dengan Batu, Blokir Truk-Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
VIDEO Demonstran Israel Penuhi Jalanan dengan Batu, Blokir Truk-Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

VIDEO Demonstran Israel Penuhi Jalanan dengan Batu, Blokir Truk-Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Baca Selengkapnya
Dari Bangun Tidur Sampai Tidur Lagi, Begini Pengalaman Menjadi Warga Gaza dalam Sehari
Dari Bangun Tidur Sampai Tidur Lagi, Begini Pengalaman Menjadi Warga Gaza dalam Sehari

Agresi brutal Israel di Gaza menyebabkan jutaan warga kekurangan makanan dan terancam kelaparan.

Baca Selengkapnya
Langkah Bersejarah, Tiga Negara Eropa Akui Negara Palestina
Langkah Bersejarah, Tiga Negara Eropa Akui Negara Palestina

Langkah tiga negara Eropa ini membuat Israel naik pitam.

Baca Selengkapnya