Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Manila Film Center, kisah 12 pekerja yang terkubur hidup-hidup

 Manila Film Center, kisah 12 pekerja yang terkubur hidup-hidup Gedung Manila Film Center di daerah Pasay, Ibu Kota Manila, Filipina. (www.thepinoywarrior.com)

Merdeka.com - Gedung itu tampak berdiri kokoh dengan 12 pilar penyangga di depannya. Terkesan jumawa. Itu adalah lambang ambisi ibu negara Imelda Marcos dengan berkilah agar Filipina memiliki pusat perkembangan film nasional.

Mulai dibangun pada 1981 dengan menggelontorkan dana sebesar USD 25 juta, bangunan Di pusat Ibu Kota Manila itu tentu menjadi harapan para insan perfilman Filipina. Ide membuat bangunan itu digulirkan oleh Imelda Marcos, istri mendiang Presiden Filipina Ferdinand Marcos. Empat ribu pekerja dikerahkan siang malam tanpa henti. Sungguh itu adalah proyek mercusuar kala itu.

Ratusan insinyur sumbang pikiran guna membuat bangunan itu disegani. Tidak tanggung-tanggung, UNESCO juga dilibatkan dalam pembangunan gedung mewah itu. Tetapi sayang, aroma nepotisme sangat menyengat. Imelda Marcos menunjuk teman dekatnya, Betty Benitez, sebagai pimpinan proyek. Sejak awal pembangunan, semua pihak optimis akan berhasil tepat waktu, hingga tiba peristiwa nahas itu.

Pada 17 November 1981, pukul tiga pagi, saat itu para kuli sedang giat-giatnya bekerja dan mandor tekun mengawasi. Tiba-tiba penyangga kerangka atap gedung itu runtuh. 169 pekerja yang sedang bekerja jatuh terperosok, beberapa tewas di tempat, lainnya merintih kesakitan. Mereka mendarat di atas adukan semen cepat mengering, tepat di ruang teater.

Di keheningan pagi itu, Marcos terbangun oleh suara telepon yang mengabarkan kalau terjadi kecelakaan di proyek kebanggaannya itu. Gilanya, sampai dia siap memberikan pernyataan pers, tidak ada satupun ambulan atau regu penyelamat yang boleh datang menyelamatkan para korban. Baru sembilan jam kemudian mereka dibolehkan masuk lokasi.

12 pekerja dibiarkan terkubur hidup-hidup. Hingga diresmikan pada Januari 1982, tidak ada yang boleh berbicara tentang kejadian. Rakyat dibungkam. Sejak itu, penampakan gaib dan aktivitas supranatural yang diyakini sebagai bentuk kemarahan para pekerja itu bermunculan, terutama di area teater tempat mereka meregang nyawa. Gedung itu pun diyakini sebagai salah satu paling berhantu di dunia. 

Dalam sebuah film dokumenter pada 2005 tentang aktivitas supranatural, kecelakaan mematikan 23 tahun lalu itu diungkap kembali. Maka dilakukanlah penggalian terhadap jasad para pekerja itu dan dikuburkan dengan layak. Tetapi, tetap saja gedung itu dihantui. Mungkin kemarahan arwah para pekerja itu tidak bisa digantikan dengan apapun. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP