Korut bebaskan pendeta Kanada yang divonis seumur hidup kerja paksa

Minggu, 13 Agustus 2017 12:00 Reporter : Ira Astiana
Hyeon Soo Lim. ©REUTERS

Merdeka.com - Seorang pendeta asal Kanada dibebaskan dari penjara Korea Utara setelah ditahan selama dua tahun di negara tersebut. Mereka membebaskan Lim karena alasan kesehatan.

Kebebasannya itu tak lepas dari upaya Perdana Menteri Kanda Justin Trudeau dalam melakukan negosiasi dengan Korut salah satunya mengirim penasihat keamanan nasional, Daniel Jean, ke negara tersebut.

Sebagai informasi Rev Lim atau Hyeon Soo Lim dijatuhi hukuman seumur hidup kerja paksa oleh pemerintah Korut atas tuduhan melakukan aktivitas antipemerintah Korut. Dia dipenjara sejak 2015 dan dibebaskan minggu lalu dengan jaminan sakit.

Sebelum dipenjara Lim dituduh memanfaatkan agama untuk menghancurkan sistem pemerintahan Korut dan membantu pihak berwenang Amerika Selatan dan Korea Selatan untuk membuat warga Korut membelot.

Lim sendiri merupakan pendeta di Gereja Presbyterian di Toronto. Para jemaatnya mengatakan bahwa dia sedang menjalankan misi kemanusiaan ke Korea Utara saat ditahan.

Kebebasan Lim menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga khususnya sang putra, James Lim. James mengatakan hampir tidak percaya bisa bertemu lagi dengan ayahnya setelah hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran tentang apa yang akan menimpa sang ayah.

Secara khusus juga dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Kanada atas pembebasan ini. Meski Kanada tidak memiliki akses kekonsuleran di Pyongyang, namun pemerintah terus mengupayakan kebebasan ayahnya lewat perwakilan Swedia di Korut.

"Ayah saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kanada. Kini dia lebih merasa seperti orang Kanada sesungguhnya karena merasa diperjuangkan," kata James seperti dilansir dari laman Telegraph, Minggu (13/8).

"Ayah saya kini sedang beristirahat di rumah dan menantikan waktu untuk menghadiri kebaktian gereja hari Minggu dan bertemu dengan masyarakat setelah sekian lama," sambungnya.

Pembebasan Lim dilakukan hampir dua bulan setelah mahasiswa AS Otto Warmbier meninggal tak lama setelah dia dibebaskan dari Korut dalam keadaan koma. Warmbier telah dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa pada Maret 2016 setelah dituduh mencuri poster propaganda.

Kini, sedikitnya tiga warga AS dan enam warga Korea Selatan masih ditahan di Korut. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Kanada
  2. Korea Utara
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.