Konflik Iran-AS, Dubes Imbau WNI di Perbatasan Irak Antisipasi Serangan Balasan
Merdeka.com - Hari ini Iran menyerang pangkalan pasukan Amerika Serikat (AS) yang ada di Irak. Tindakan ini merupakan aksi balasan atas penyerangan drone yang menewaskan Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran, Qassim Sulaimani pada Jumat (3/1). Iring-iringan Sulaimani diserang di Bandara Internasional Baghdad atas perintah Presiden AS, Donald Trump.
Pembunuhan Sulaimani ini memicu semakin tingginya tensi antara Iran dan AS. Sebagai antisipasi serangan balik, WNI yang berada di wilayah Iran yang berbatasan dengan Irak diminta siap-siap dan waspada.
Dubes RI untuk Iran, Octavino Alimudin mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan meminta kepada WNI agar memperhatikan situasi keamanan di lingkungan masing-masing. Imbauan tersebut juga pernah disampaikan saat demo besar anti pemerintah pada November lalu.
"Kita sarankan untuk menghindari demo atau massa. Nah saat ini dengan situasi semakin berkembang maka kita minta mereka untuk menganalisa sendiri, saat ini kita melihat daerah yang berbatasan dengan Irak harus kita perhatikan lebih dulu. Jadi ada beberapa yang sudah kita imbau untuk segera siap-siap. Karena kita hindari apabila serangan balik terjadi di sekitar wilayah itu," jelasnya di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (8/1).
WNI yang tinggal di perbatasan Irak hanya tiga orang. Octavino mengatakan pihaknya juga telah memantau satu per satu dari tiga orang tersebut.
"Kita sudah cek mereka sudah siap. Ada satu di luar tiga orang ini di kota yang lain, itu lagi tidak ada di tempat. Itu kita cek satu-satu keberadaan mereka," ujarnya.
Evakuasi Jika Ada Serangan Balik
WNI yang berada di Iran kebanyakan sebagai pelajar. Mereka tersebar di berbagai kota dan terbanyak di Qom dan Teheran.
"Jadi kita cek tidak hanya melalui pengumuman, melalui Instagram tapi kita juga kontak di WhatsApp grup dan kita telepon satu-satu karena tiap kota tahun lalu sudah kita buat skenario untuk sekiranya terjadi evakuasi maka setiap kota itu ada contact personnya," jelasnya.
Octavino mengatakan, WNI yang tinggal di Iran tidak terlalu panik. Mereka juga pernah berada di tengah situasi demonstrasi yang memanas.
"Sejauh ini mereka merasa ya karena kemarin ada demo di bulan November akhirnya seperti biasa," jelasnya.
Para WNI akan dievakuasi jika terjadi serangan balik ke Iran. Khususnya di daerah kritis, perbatasan, atau wilayah penempatan rudal.
"Ketika ada serangan balik maka menjadi satu titik bagi kita untuk segera evakuasi," pungkasnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya