Kisah Suami-Istri Menikah 50 Tahun Positif Covid-19 Meninggal Saat Berpegangan Tangan
Merdeka.com - Sepasang suami istri di North Carolina, Amerika Serikat yang telah bersama selama lebih dari 50 tahun meninggal dalam selisih waktu beberapa menit karena Covid-19 saat berpegangan tangan.
Johnny Lee Peoples, 67, dan istrinya Cathy "Darlene" Peoples, 65 mulai merasakan gejala pada awal Agustus lalu mengembuskan napas terakhir dalam selang beberapa waktu saat dirawat di rumah sakit di awal September lalu.
"Ibu dan Ayah hidup bergandengan tangan selama 50 tahun, mereka meninggal berdampingan. Sekarang mereka berjalan di surga bergandengan tangan," kata putra mereka, Shane Peoples, kepada CNN seperti dilansir Selasa (22/9).
"Pesan yang ingin disampaikan keluarga kami adalah bahwa Covid itu nyata. Ini bukan tipuan atau lelucon. Orang tua kami melakukan tindakan pencegahan yang tepat tetapi secara tragis masih tertular virus," tuturnya.
Pasangan itu dirawat di rumah sakit pada hari yang sama dan meninggal di sana. Mereka berdua penduduk asli NOrth Carolina dan tinggal di Salisbury.
Johnny bertugas di Angkatan Darat AS selama lebih dari 17 tahun dan pensiun dari Departemen Pemasyarakatan North Carolina beberapa tahun yang lalu. Sedangkan istrinya Darlene bekerja di Rowan Family Physicians di mana dia dipekerjakan oleh LabCorp dan seharusnya pensiun pada tanggal 1 September, sehari sebelum dia dan suaminya meninggal.
Darlene mengalami demam pada 1 Agustus dan menjalani tes virus corona. Shane mengatakan bahwa pada 10 Agustus dia dinyatakan negatif, yang diyakini keluarga sebagai negatif palsu karena dia kemudian dinyatakan positif di rumah sakit.
Johnny mulai mengalami gejala pada 5 Agustus dan dinyatakan positif pada 7 Agustus. Kemudian pada 11 Agustus, keduanya dirawat di unit Covid-19 di rumah sakit setempat, Novant Health Rowan Regional Medical Center, karena kesulitan bernapas akibat penyakit sebelumnya.
Darlene menderita tekanan darah tinggi, fibromyalgia, dan diabetes tipe 2, sedangkan Johnny menderita pneumonia dua tahun lalu yang menyebabkan beberapa kerusakan pada paru-parunya, kata Shane.
Berpegangan Tangan Saat Akhir Hayat

Pasangan Johnny dan Darlene Peoples ©CNN
Shane menuturkan, pihak keluarga diberi tahu oleh rumah sakit bahwa keduanya tidak akan bertahan akibat komplikasi penyakit.
"(Pada 1 September), kami diberi tahu bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup. Ayah dapat terus hidup dengan ventilator tetapi tidak akan pernah lepas darinya. Organ-organ ibu gagal berfungsi," kata Shane.
Keesokan harinya, mereka ditempatkan di ruangan yang sama bersebelahan. Mereka dilepas dari ventilator dan meninggal selang beberapa menit.
"Mereka berdua memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya. Perlu diingat, ini (Covid-19) tidak membunuh orang tua saya," tegas Shane.
"Ini adalah pertama kalinya bagi staf ICU untuk menangani dua anggota keluarga yang meninggal. Staf rumah sakit luar biasa melalui semuanya," imbuhnya.
Pasangan itu meninggalkan tiga anak dan sembilan cucu mereka. Dalam ingatan mereka, keluarga tersebut pernah meminta sumbangan untuk Penelitian Urutan Genetik Dr. Vandana Shashi di Departemen Pediatri, Fakultas Kedokteran Universitas Duke karena dua dari cucu mereka memiliki kelainan genetik langka yang tidak disebutkan namanya.
"Orang tua saya bukan hanya menjadi berkat bagi saya, saudara laki-laki saya, saudara perempuan saya, pasangan kami, dan anak-anak kami. Mereka adalah berkah bagi setiap orang yang bertemu dengan mereka ... Saya hanya berharap semua orang dapat melihat mereka melalui mata saya. Anda akan melihat dua pasangan yang paling penuh kasih dan perhatian, selamanya. Tanpa mereka, dunia ini akan menjadi sedikit lebih suram," pungkas Shane.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya