Kemelut status Yerusalem, Palestina tarik perwakilan di AS

Senin, 1 Januari 2018 11:25 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Kemelut status Yerusalem, Palestina tarik perwakilan di AS yerusalem. ©YourWay Israel Tours

Merdeka.com - Meski Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah menolak klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal status Kota Yerusalem yang dianggap sebagai Ibu Kota Israel, kemelut itu tetap tidak berhenti. Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina memilih menarik perwakilan mereka di Ibu Kota Washington, AS, dan mempertimbangkan kembali buat menjalin hubungan dengan Negeri Abang Sam.

Dilansir dari laman Associated Press, Senin (1/1), keputusan itu dipaparkan Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Riyad Malki, pada Minggu pekan lalu. Menurut dia, penarikan rombongan perwakilan diplomatik Palestina dari AS diputuskan tak lama setelah klaim Trump soal Yerusalem.

"Kami akan berunding buat memutuskan apakan masih perlu menempatkan perwakilan dan membina hubungan dengan AS," kata Riyad.

Dalam pemungutan suara digelar dalam sidang Majelis Umum PBB beberapa waktu lalu, 128 negara menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka menyatakan tetap berpegang pada resolusi PBB sebelumnya, yang mana mengharuskan penetapan status Yerusalem hanya berdasarkan perundingan dan kesepakatan antara Palestina dan Israel. [ary]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini