Kelelawar rabies sebabkan kematian 7 anak di Peru
Merdeka.com - Seperti dilaporkan oleh Fox News Latino (24/5), kelelawar yang terinfeksi rabies menyebabkan kematian 7 anak di Peru.
Ana Maria Navarro, seorang petugas Peruvian Health Ministry mengatakan bahwa anak yang menjadi korban, berumur sekitar 11 bulan hingga 14 tahun, terjangkit rabies setelah digigit oleh kelelawar di Peruvian Amazon, daerah dengan penduduk 720 orang yang terletak 721 mil dari ibukota Lima.
"Berdasarkan laporan medis dan gejalanya, anak-anak itu meninggal karena rabies," kata Navarro, seperti dikutip oleh Huffington Post.
Petugas kesehatan tambahan telah dikirimkan untuk memberikan vaksinasi pada anggota komunitas anak Amazon. Berdasarkan BBC, daerah ini sangat terpencil dan hanya bisa dijangkau melalui sungai.
Seorang petugas hukum Peru berasumsi bahwa kematian tidak disebabkan oleh gigitan kelelawar, melainkan karena kebocoran gas yang meracuni sumber air.
Pendapat ini beredar karena adanya daerah industri di sekitar Peruvian Amazon. Pada tahun 2011, maraknya tambang emas di Peru Amazon membuat banyaknya keracunan yang disebabkan adanya zat merkuri pada air. Merkuri ini digunakan oleh para penambang untuk memisahkan emas dengan tanah dan batu.
Sementara itu, rabies yang merupakan penyakit fatal yang bisa mengakibatkan peradangan pada otak bisa disebabkan oleh kelelawar vampir. Meskipun kelelawar seringkali menggigit hewan liar, namun rusaknya hutan hujan habitat mereka bisa menyebabkan mereka mencari makan ke daerah pemukiman. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya