Kayla Mueller Jadi Nama Operasi Militer Pasukan AS Buru Baghdadi
Merdeka.com - Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih kemarin mengatakan operasi militer pasukan AS yang akhirnya menewaskan pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi dinamakan dengan Kayla Mueller.
Dikutip dari laman the Guardian, Senin (28/10), Mueller adalah seorang pekerja kemanusiaan dari Negara Bagian Arizona yang ditahan dan disiksa oleh ISIS dan diperkosa oleh Baghdadi setelah dia diculik dalam perjalanan ke sebuah rumah sakit dari Turki ke Aleppo di Suriah pada Agustus 2013.
Pada Februari 2015 Mueller dipastikan tewas dalam tahanan ISIS pada usia 26 tahun. ISIS mengklaim dia tewas dalam serangan udara Yordania di Raqqa. Jasadnya hingga kini belum ditemukan.
Ayahnya, Carl Mueller kemarin mengatakan kepada Arizona Republic: "Apa yang dilakukan orang ini kepada Kayla--dia menculiknya. Dia ditahan di banyak lokasi. Dia disekap di tempat tersendiri. Dia disiksa dan diintimidasi. Dia juga akhirnya diperkosa oleh Baghdadi sendiri.
"Entah dia membunuhnya atau dia terlibat dalam pembunuhannya. Saya biarkan orang yang membaca artikel ini memahami apa yang mestinya dirasakan oleh orang tua anaknya."
Ketika kematian Kayla sudah dipastikan, keluarga Mueller kemudian merilis surat yang dia kirimkan dari tempat dia disekap.
"Dalam kegelapan saya diperlihatkan cahaya. Saya menyadari, bahwa dalam tahanan sekali pun, seseorang bisa merasa bebas. Saya bersyukur. Saya sudah sampai pada tahap merasakan ada kebaikan dalam setiap situasi. Terkadang kita hanya perlu mencarinya."
Alasan operasi militer AS pakai nama Mueller
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comIbu Mueller, Marsha, kemarin mengatakan, "Saya masih ingin tahu, di mana Kayla? Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya dan apa yang tidak disampaikan kepada kami. Seseorang pasti tahu sesuatu dan saya berdoa dengan segenap hati, bahwa seseorang di dunia ini akan memberi jawaban itu."
Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien dalam acara Meet the Press di NBC kemarin menuturkan, "Kami akhirnya mengadili orang yang memenggal tiga orang Amerika, dua jurnalis dan seorang pekerja kemanusiaan."
O'Brien merujuk pada James Foley dan Steven Sotloff, keduanya jurnalis lepas dan Peter Kassif, seorang pekerja kemanusiaan yang tewas dibunuh ISIS pada 2014.
Ketika ditangkap, Mueller baru saja mengunjungi sebuah rumah sakit yang dikelola organisasi Dokter Lintas Batas. O'Brien menyebut Mueller adalah seorang gadis yang hebat, idealis, dan masih muda.
"Salah satu yang menjadi alasan Jenderal Milley, kepala komando pasukan gabungan menamai operasi militer memburu Baghdadi ini dengan nama Kayla Mueller adalah karena dia sudah mengalami penderitaan. Dan orang-orang harus tahu itu."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya