Kasus guru spiritual India perkosa pengikutnya terulang
Merdeka.com - Lagi-lagi seorang pemimpin sekte keagamaan di India dilaporkan memperkosa pengikutnya. Korban baru berani buka mulut setelah pengadilan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada salah satu pemimpin sekte religius lain, Gurmeet Ram Rahim Singh, dalam perkara sama.
Dilansir dari laman Al Jazeera, Minggu (24/9), peristiwa itu terjadi di Negara Bagian Rajashtan. Menurut Kepala Kepolisian Rajashtan, Jaisingh Nathawat, korban berusia 21 tahun. Dia dan kedua orang tuanya adalah pengikut setia Kaushlendra Prapannacharya Falahari Maharaja (70). Menurut korban, sang guru spiritual memperkosanya di markas besar sekte di Kota Alwar.
Menurut korban, mulanya dia datang ke rumah sang guru pada 7 Agustus lalu buat memberikan uang sebesar INR 3000 (sekitar Rp 614 ribu). Itu adalah ucapan terima kasih darinya karena Maharaja membantu dia supaya bisa magang di kantor advokat setempat.
Ketika korban menyerahkan uang itu, hawa nafsu sang guru yang sudah kepala tujuh rupanya bergejolak. Hingga akhirnya terjadilah pemerkosaan itu.
Sang korban mengatakan, setelahnya Maharaja mengancamnya supaya dia tidak memberitahu siapapun tentang kejadian itu. Namun, setelah melihat perkara sama menjerat Rahim Singh saja bisa terungkap, dia memutuskan mengadu ke polisi. Aparat lantas bergerak dan menangkap lelaki tua bangka itu. Dia kini dibui selama 15 hari sembari menunggu proses penyidikan.
Di India, sekte keagamaan memainkan peranan penting. Sebab, karena pengaruhnya yang besar, mereka kerap digaet oleh kekuatan politik buat mendulang suara. Sayangnya, keberadaan mereka belum bisa menekan tingkat kejahatan seksual. Padahal, pemerintah sudah mengubah aturan yakni melipatgandakan hukuman bagi pemerkosa hingga 20 tahun.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya