Kartunis Ini Dipecat karena Gambar Trump Hendak Bermain Golf

Senin, 1 Juli 2019 22:16 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kartunis Ini Dipecat karena Gambar Trump Hendak Bermain Golf kartun trump dan dua migran tewas. ©Twitter

Merdeka.com - Sebuah perusahaan penerbitan di New Brunswick, Kanada, memutus kontrak kerja seorang kartunis bernama Michael de Adder setelah foto kartun yang dibuatnya beredar luas di media sosial.

Laman NBC News melaporkan, Senin (1/7), gambar yang muncul di akun Twitter Adder itu memperlihatkan Trump sedang berdri di samping sebuah mobil golf, dan melihat ke arah dua mayat bapak dan putrinya yang tewas tenggelam di Rip Grande ketika berusaha menyeberangi Meksiko untuk masuk ke Texas.

Trump bertanya kepada dua mayat itu, "Apakah Anda keberatan jika saya bermain golf?"

Ilustrasi itu dibuat berdasarkan sebuah foto yang memperlihatkan Oscar Alberto Martinez Ramirez, 25 tahun, dan putrinya berusia 23 bulan, tertelungkup di rawa di Rio Grande. Foto itu memicu kemarahan dan menjadi kontroversial dalam perdebatan soal pencari suaka.

De Adder mengumumkan pemecatannya dari harian tempat dia bekerja melalui media sosial Twitter.

"Suka dukanya menggambar kartun," kata dia. "Hari ini saya lepas dari semua koran di New Brunswick.

Brunswick News Inc. dalam pernyataannya kemarin mengatakan 'tidak benar' bahwa perusahaan itu membatalkan semua kontrak kerja paruh waktu dengan de Adder lantaran kartun yang dibuatnya itu.

"Ini adalah kabar yang keliru dan beredar di media sosial," kata pernyataan perusahaan. "Malahan, BNI tidak ditawari kartun ini oleh de Adder. Keputusan untuk menarik kembali Greg Perry yang menjadi favorit pembaca dibuat jauh sebelum ada kartun ini dan negosiasi sudah dibuat selama beberapa pekan terakhir."

New Brunswick juga mengatakan de Adder masih menggambar untuk penerbitan lain, tapi mereka juga menyesal karena dia tidak bisa melakukannya di empat penerbitan lokal.

Wes Tyrell, Presiden dari Asosiasi Kartunis Kanada mengklaim de Adder dipecat lantaran selama 17 tahun Brunswick berdiri, Donald Trump adalah sebuah tema yang tabu untuk dibahas.

"Meski perusahaan menyatakan tidak ada alasan untuk memecat dia, tapi waktunya jelas bukan kebetulan," kata Tyrell dalam pernyataannya di Facebook. "Michael de Adder sudah banyak menggambar kartun tentang Trump yang didokumentasikan dengan baik, tapi sayangnya, tidak pernah muncul di koran NB."

Tyrell menuturkan, meski Brunswick adalah perusahaan Kanada namun hubungan bisnisnya dengan Amerika Serikat mempengaruhi keputusan. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Donald Trump
  3. Kanada
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini