Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi akan resmikan jalur perdagangan Filipina-Indonesia

Jokowi akan resmikan jalur perdagangan Filipina-Indonesia Jokowi dan Duterte di Pasar Tanah Abang. ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada 28 April mendatang akan menghasilkan dua nota kesepahaman, salah satunya adalah disepakatinya jalur perdagangan Davao-General Santos-Bitung. Pada 30 April, Jokowi akan meresmikan jalur perdagangan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan, tujuan diresmikannya jalur perdagangan dari selatan Filipina ke utara Indonesia tersebut untuk mempererat hubungan perdagangan kedua negara.

"Untuk fokus konektivitas pertumbuhan ekonomi, ada deklarasi bersama pembentukan konektivitas laut antara Davao-General Santos-Bitung. Pada 30 April pembukaan jalur pelayaran ini akan dibuka untuk mendorong perdagangan kedua negara," tutur pria kerap disapa Tata, saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (25/4).

Direktur Kerja Sama Intra dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Ben Carnadi menuturkan, konektivitas laut ini merupakan jalur perdagangan antara Indonesia-Filipina. Nantinya, akan ada kapal penghubung roll-on roll-off (RoRo) berukuran 500 twenty-foot equivalent units (TEUs).

"Presiden juga akan meluncurkan konektivitas laut antara Davao dan Bitung dengan suatu shuttle ship roll-on roll-off (RoRo) berukuran 500 TEUs, dapat mengangkut 500 kontainer berukuran 20 feet," tukas Ben.

Ben menjelaskan, sea connectivity ini dapat mengurangi waktu tempuh ekspor-impor antar kedua negara. Sebelumnya, untuk mengirim barang harus selalu dari Manila ke pelabuhan besar Makassar, Surabaya dan Jakarta dan memakan waktu lama.

"Dulu bisa lima hari, sekarang dipersingkat menjadi 2,5 hari dari Bitung-Davao dan sebaliknya," imbuh dia.

Dibukanya jalur perdagangan ini diharapkan bisa meningkatkan konektifitas kedua negara dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, keamanan di jalur perdagangan ini juga akan dipastikan kedua negara. Tata mengatakan, selama ini yang menjadi korban pembajakan adalah kapal-kapal kecil yang bisa diserang speedboat.

"Mengenai isu keamanan, berbagai langkah telah diambil. Kerja sama telah dilaksanakan dan akan ditingkatkan untuk memastikan keamanan maritim. Kerja sama RoRo ini bukan kapal kecil, tapi kapal kontainer yang besar. Selama ini yang terjadi kejahatan adalah kapal kecil yang bisa diserang speedboat, sedangkan kapal besar tidak," pungkasnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP