Israel memberikan tanggapan atas keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang menolak dua gugatan terkait Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta. Gugatan tersebut muncul setelah pemerintah Indonesia menolak memberikan visa kepada pesenam dari Israel.
Sekretaris Jenderal Federasi Senam Israel (IGF), Sarit Shenar, mengharapkan CAS mengeluarkan keputusan yang tegas dan kuat. Dia menganggap penolakan visa bagi pesenam Israel sebagai bentuk diskriminasi yang tidak dapat diterima.
"Untuk masa depan olahraga Israel, dan olahraga dunia, saya ingin melihat keputusan yang sangat tegas yang tidak memberi ruang bagi keputusan seperti ini dari negara manapun atau federasi internasional manapun," kata Shenar, dilansir CNA, yang dikutip Kamis (23/10/2025).
Shenar sangat berharap bahwa CAS akan mengambil keputusan yang kuat, sehingga dapat memberikan efek jera bagi siapa pun yang berniat mendiskriminasi atlet dari negara manapun dengan alasan apapun. Dia menyadari bahwa harapan Israel untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta kini telah sirna.
"Untuk kejuaraan dunia ini, ini adalah akhir dari jalan. Jadi, apapun yang terjadi pada pesenam, kami tidak bisa memperbaiki hati mereka," ucap Shenar.
Advertisement
Indonesia menolak permohonan visa untuk pesenam dari Israel
Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, pemerintah Indonesia mengumumkan penolakannya terhadap permohonan visa yang diajukan oleh pesenam asal Israel.
Penolakan ini terjadi di tengah sorotan dunia yang mengkritik serangan militer Israel di Gaza. Akibat keputusan tersebut, para atlet Israel kehilangan kesempatan untuk berkompetisi dalam kejuaraan dunia yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu.
Selain itu, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada hari Selasa mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima dua banding yang diajukan oleh federasi senam Israel. Banding pertama berkaitan dengan alasan penolakan visa oleh Indonesia yang dianggap tidak memiliki yurisdiksi. Sementara itu, banding kedua meminta agar Federasi Senam Internasional menjamin keikutsertaan Israel dalam kejuaraan atau memindahkan lokasi penyelenggaraan acara tersebut. Namun, CAS memutuskan untuk menolak kedua banding yang diajukan.
Advertisement
Indonesia menolak kedatangan pesenam asal Israel
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menjelaskan alasan di balik penolakan Indonesia terhadap visa para pesenam Israel. Ia menyatakan bahwa penolakan tersebut muncul akibat reaksi dari dewan ulama Islam dan pemerintah DKI Jakarta.
Penolakan ini merupakan respons terhadap tindakan Israel yang membombardir Gaza, Palestina, meskipun baru-baru ini telah diberlakukan gencatan senjata. Gencatan senjata ini diharapkan dapat mengakhiri dua tahun konflik yang berkepanjangan, yang dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera, berdasarkan data dari pihak Israel.
Sementara itu, menurut otoritas kesehatan setempat, kampanye militer Israel di Gaza telah mengakibatkan hampir 68.000 orang kehilangan nyawa, dengan ribuan lainnya diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Layanan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa mereka telah menemukan 250 jenazah sejak gencatan senjata mulai berlaku.
Data ini menunjukkan dampak yang sangat besar dari konflik yang berkepanjangan dan menyoroti kebutuhan mendesak untuk mencari solusi damai. Dengan situasi yang semakin memprihatinkan, harapan untuk perdamaian di kawasan ini tetap menjadi prioritas utama bagi banyak pihak.