Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini curahan hati wanita korban selamat Tragedi WTC 11 September

Ini curahan hati wanita korban selamat Tragedi WTC 11 September Lorraine Gilmartin korban selamat tragedi 11 September. ©2016/Sunday Mail

Merdeka.com - Tragedi teror di gedung WTC, New York Amerika Serikat pada 11 September 2001 menyisakan duka mendalam. Hampir 3000 orang tercatat sebagai korban jiwa. Insiden ini diklaim AS sebagai serangan teror oleh Al Qaeda.

Di antara mereka yang meninggal dunia, ada beberapa yang berhasil selamat. Salah satunya ibu dengan dua orang anak bernama Lorraine Gilmartin. Melalui pengakuannya, pada saat kejadian, dia hendak menyelamatkan diri dari posisi kala itu di lantai 60 gedung pencakar langit tersebut.

Lorraine menceritakan ketika peringatan awal diperdengarkan, dia masih tidak menggubris. Ibu dua anak ini baru menyadari bila dirinya sedang dalam keadaan hidup dan mati saat turun ke lantai 44 dan sebuah pesawat pembajak ke dua menabrak gedung tersebut.

Tidak ada pilihan lain, Lorraine menggunakan tangga hingga akhirnya bisa turun ke jalan. Dia menceritakan keadaan saat itu bak di film Hollywood. Trauma berkepanjangan membuatnya tidak harus meninggalkan New York.

Kini saat peringatan ke-15 insiden tersebut, dia mengatakan jika bukan tidak mungkin tragedi serupa terulang, dan dia sangat meyakini hal itu ketimbang siapa pun.

"Saya sepenuhnya yakin ketimbang siapa pun, serangan teroris akan terjadi lagi di New York. Saya bisa sangat waspada bila sedang ada di Times Square," katanya.

Terakhir Lorraine menegaskan bila dia tidak akan pernah lupa tragedi yang hampir merenggut nyawanya tersebut. Namun, dia juga tidak akan pernah hidup dalam ketakutan.

"Saya tidak akan pernah lupa, namun saya tidak akan pernah hidup dalam ketakutan. Anda hanya perlu bangkit untuk hidup dan memilikinya.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP