Ini Alasan Pemerintah Belum Bisa Evakuasi WNI di Wuhan
Merdeka.com - Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat sudah berhasil mengevakuasi warganya di Wuhan, China di tengah merebaknya wabah virus corona. AS hanya fokus menyelamatkan diplomatnya, tetapi Jepang berusaha menjemput semua warganya.
Pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia berkata tiap negara memiliki tantangan masing-masing dalam menyelamatkan warganya. Misalnya, AS lebih mudah melakukan evakuasi karena mayoritas yang dijemput berada di satu daerah.
"Amerika fokusnya untuk mengeluarkan korps diplomatik mereka yang bertugas di Wuhan. Dengan demikian, dari sisi lokasi, dan konsentrasi masyarakat, mereka di satu tempat. Dengan demikian, pemindahan mereka dari wilayah terdampak, jadi lebih mudah sebetulnya," ujar Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah di Jakarta pada Kamis (30/1).
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comIndonesia pun mengaku akan belajar dari pengalaman AS dan Jepang untuk menjemput para WNI yang terjebak di Wuhan dan sudah memohon untuk dipulangkan.
"Justru dari pengalaman pemulangan Amerika dan Jepang, kita bisa belajar pengalaman mereka mengekstraksi masyarakat mereka dari wilayah terdampak. Mudah-mudahan dari pengalaman itu, saat nanti kita melakukan pemulangan, maka menjadi lebih efisien dan efektif dalam pelaksanaannya," jelas Faizasyah.
Sebelumnya, pemerintah menyebut tidak bisa melakukan evakuasi karena ada isolasi, tetapi makin banyak negara yang bisa melakukan evakuasi di Wuhan.
Singapura berhasil memulangkan 92 warganya di Wuhan. Korea Selatan sudah menyiapkan pesawat untuk berangkat pada hari ini, namun ada penundaan. Media Korsel Hanykoreh melaporkan bahwa penundaan tak sampai satu hari.
Lebih lanjut, pihak Kemlu menyebut mengirim bantuan logistik juga sulit ke Wuhan. Solusinya, Kemlu mengirimkan bantuan finansial.
"Sekarang yang dimungkinkan adalah bantuan keuangan. Berdasarkan itulah mereka bisa membeli kebutuhan mereka di tempat yang ada," ujar Teuku Faizasyah.
Pasokan makanan di Wuhan juga terpantau masih ada. Hanya saja, persediaan memang berkurang.
"Juga digarisbawahi, kebutuhan barang pokok di Wuhan masih ada, hanya suplainya berkurang," pungkasnya.
Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya