KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Holande rayu Malaysia buat beli jet tempur Rafale, RI berikutnya

Selasa, 28 Maret 2017 15:57 Reporter : Yulistyo Pratomo
Jet tempur Rafale. ©Reuters/charles platiau

Merdeka.com - Presiden Prancis Francois Hollande telah memulai perjalanan ke sejumlah negara di Asia Tenggara, dua negara yang menjadi tujuannya adalah Indonesia, Singapura dan Malaysia. Politikus dari Partai Sosialis ini menyambangi negeri Jiran terlebih dahulu.

Tidak sekedar melakukan pertemuan bilateral, Holande juga merayu Malaysia untuk membeli jet tempur Rafale. Pesawat itu merupakan produk generasi keempat buatan negara Eiffel.

Sama halnya dengan Indonesia, negara itu juga tengah mencari pesawat tempur baru untuk mengganti armada udaranya yang mulai usang termakan usia. Salah satu mesin perang yang masuk dalam bidikan mereka adalah F/A18 Super Hornet, yang juga dipakai Australia.

Meski begitu, sampai saat ini pemerintah Malaysia belum membuat putusan apapun soal pembelian armada baru. Hal inilah yang membuat Holande merasa mendapat angin segar untuk menawarkan produk dari negaranya.

"Saya tahu anda akan membuat sebuah keputusan dan bertentangan dengan latar belakang yang kami ingin berikan sebagai bentuk dukungan. Menteri-menteri kami telah siap bekerja untuk menanggapinya," ujar Holande seperti dikutip dari harian The Star, Selasa (28/3).

Presiden Prancis Francois Holande temui PM Malaysia Najib Razak ©2017 Reuters

Holande meyakinkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, dia menyebut Rafale sebagai 'jet terbaik untuk kategorinya.'

"Anda juga mengalihkannya ke Prancis dan mendapatkan pesawat transport A400M dan Malaysia adalah negara non-NATO pertama yang memiliki pesawat ini," lanjut Holande.

Namun, Najib menjawab sejauh ini dia belum memutuskan soal jenis pesawat tempur yang akan dibeli negaranya. Meski tidak menutup kemungkinan Rafale sebagai salah satu alternatif untuk memperkuat pertahanan udara mereka.

"Kami belum siap untuk memutuskan sekarang, tetapi kami akan mencatat kesuksesannya di negara lain," sahut Najib, seperti dilansir Asian Correspondent.

Sementara seorang sumber menyebutkan, Malaysia sendiri berencana membeli 18 unit Rafale dengan nilai pembelian lebih dari USD 2 miliar, atau setara dengan Rp 26,63 triliun. Pembelian itu dilakukan untuk menggantikan jet tempur MiG-29 buatan Rusia, di mana sebagian di antaranya telah dipensiunkan.

F/A18 Super Hornet ©desktopict.co


Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein dilaporkan tengah mencari beberapa pesawat pengganti, di antaranya Rafale dan Eurofighter Typhoon, buatan perusahaan Inggris, BAE System.

"Saya percaya anda akan mengambil keputusan pada saatnya," jawab Holande.

Dari Malaysia, Holande akan melanjutkan perjalanan ke Singapura awal pekan ini, dan Indonesia akan menjadi tempat pemberhentian terakhir.

Sama dengan Malaysia, tidak menutup kemungkinan Holande akan menawarkan Rafale untuk kesekian kalinya. Apalagi, rencana pembelian Sukhoi Su-35 dari Rusia belum menemui kata sepakat. [tyo]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.