Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gemar memberi makan merpati, tanda penyakit mental?

Gemar memberi makan merpati, tanda penyakit mental? Ilustrasi memberi makan merpati. merdeka.com/wind-inspired.com

Merdeka.com - Apakah Anda memiliki kegemaran memberi makan burung merpati liar di taman? Jika iya, maka sebaiknya kegemaran ini tidak Anda lakukan di Liverpool City. Pasalnya, dewan kota Liverpool mengemukakan bahwa memberi makan burung merpati biasanya dilakukan oleh orang yang menderita penyakit mental.

Sontak saja, pernyataan yang merupakan bagian dari Street Activity Managemen Plan dewan kota ini membuat marah pada anggota MIND, sebuah organisasi yang bergerak di bidang kesehatan mental.

Menurut dewan kota, hasil ini didapatkan dari survey yang dilakukan beberapa tahun lalu, namun mereka tak mampu memberikan bukti nyata untuk mendukung pernyataannya.

Pada tahun 2007, pembersih jalan di Liverpool harus menghabiskan waktu hingga 88 jam untuk membersihkan bekas makanan dan kotoran burung merpati. INi membuat para petugas kebersihan kesulitan hingga meminta dewan kota membeli Robop, sebuah robot burung yang menghalau merpati agar tak mendekat.

Sementara itu juru bicara MIND mengatakan bahwa pernyataan itu aneh dan mengandung diskriminasi terhadap orang-orang yang memiliki kelainan mental.

"Ini adalah contoh kesalahpahaman yang tidak membantu dan malah mendiskriminasi orang-orang yang memiliki masalah mental," kata Kate Stringer, kepala bagian komunikasi di Time to Change, seperti dilansir oleh Telegraph. "Satu dari empat orang akan mengalami masalah mental pada satu masa di kehidupan kita, membuat pernyataan yang aneh hanya akan menambah diskriminasi pada orang yang mengalaminya setiap hari."

Ketua partai Liberal Liverpool, Clir Steve Radford mengatakan bahwa pernyataan ini "menggelikan" dan menyebut para anggota dewan "naif."

"Pernyataan ini sangat menyinggung. Ada banyak orang yang senang memberi makan burung merpati tanpa memikirkan akibatnya. Menyebut mereka punya kelainan mental adalah hal yang konyol," katanya. "Pernyataan mereka terlalu naif. Kita memang mendapatkan masalah dengan merpati-merpati itu, tetapi menyebut orang yang memberi makan memiliki penyakit mental adalah hal yang menyinggung."

Mendapat banyak respon negatif seperti ini, juru bicara dewan kota Liverpool angkat bicara.

"Referensi ini kami dapatkan berdasarkan survey sekitar lima tahun lalu. Tentu saja tak semua orang yang memberi makan burung merpati masuk dalam kategori memiliki penyakit mental. Apa yang kami lakukan adalah untuk mendidik masyarakat mengenai efek buruk yang bisa mereka alami dengan memberi makan burung merpati." (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP