Advertisement
Perang Israel dan Hamas yang terus berkecamuk membuat rumah sakit di Jalur Gaza penuh. Kondisi ini menyebabkan sejumlah jenazah korban serangan Israel terpaksa disimpan di dalam truk es krim berpendingin.
Advertisement
Jenazah-jenazah itu disimpan di dalam truk es krim sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan foto yang diperoleh Reuters pada Minggu (15/10), sejumlah jenazah tampak diturunkan dari truk es krim berpendingin di Jalur Gaza. Jenazah-jenazah yang telah dikafani itu lantas disalatkan secara berjemaah oleh keluarga dan warga sekitar,
Petugas menurunkan jenazah dari truk es krim berpendingin di Jalur Gaza, Palestina, Minggu (15/10/2023).
Sejumlah warga menyalatkan jenazah korban serangan Israel yang diturunkan dari truk es krim berpendingin di Jalur Gaza, Palestina, Minggu (15/10/2023).
Advertisement
Mengutip Lipunan6.com, Middle East Monitor melaporkan pada Senin (16/10/2023) bahwa serangan udara ke Jalur Gaza telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa rakyat Palestina yang terjebak di pengepungan.
Kondisi itu juga diperparah pemutusan pasokan air bersih, makanan, dan listrik ke Jalur Gaza oleh pemerintah Israel.
Tindakan itu berdampak ke 2 juta orang populasi di Jalur Gaza, termasuk rumah sakit dan layanan gawat darurat.
Advertisement