FOTO: Nestapa Pengungsi Palestina Hidup Berdampingan dengan Sampah Menggunung di Jalur Gaza

Serangan brutal yang terus dilancarkan Israel membuat kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza semakin terdesak.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Nestapa Pengungsi Palestina Hidup Berdampingan dengan Sampah Menggunung di Jalur Gaza
FOTO: Nestapa Pengungsi Palestina Hidup Berdampingan dengan Sampah Menggunung di Jalur Gaza (Merdeka.com)

Seorang anak mendirikan sepedanya saat bermain di dekat sampah yang menggunung di kamp pengungsian Al-Maghazi di Jalur Gaza, Palestina, pada 2 Agustus 2024. Serangan brutal yang terus dilancarkan Israel membuat kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza semakin terdesak. Foto: Eyad Baba/AFP

Seorang anak mendirikan sepedanya saat bermain di dekat sampah yang menggunung di kamp pengungsian Al-Maghazi di Jalur Gaza, Palestina, pada 2 Agustus 2024. Serangan brutal yang terus dilancarkan Israel membuat kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di kamp pengungsian Al-Maghazi, warga Palestina terpaksa hidup berdampingan dengan sampah yang menggunung. Setiap hari, mereka harus mencium aroma busuk yang menyengat dari tumpukan sampah tersebut. Foto: Eyad Baba/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, mereka juga terancam dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh sampah-sampah tersebut. Foto: Eyad Baba/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak hanya warga di kamp pengungsian Al-Maghazi, hidup berdampingan dengan sampah yang menggunung juga dialami warga di Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Foto: Eyad Baba/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Kami tidak pernah tinggal di dekat sampah sebelumnya,” kata Asmahan al-Masri, seorang perempuan pengungsi dari Beit Hanoun di Jalur Gaza utara, sebagimana dilaporkan BBC, pada 19 Juni 2024 lalu. Foto: Eyad Baba/AFP

“Saya menangis seperti nenek-nenek lainnya saat cucu-cucunya sakit dan terkena kudis. Ini seperti kematian yang lambat. Tidak ada harga diri,” tutur Masri.

“Saya menangis seperti nenek-nenek lainnya saat cucu-cucunya sakit dan terkena kudis. Ini seperti kematian yang lambat. Tidak ada harga diri,” tutur Masri.
Dok. Istimewa

Sebangak 16 anggota keluarga Masri tinggal di sebuah tenda di kamp dekat Universitas al-Aqsa yang dipenuhi lalat dan terkadang ular. Semua penghuni mengeluhkan bau busuk yang tak kunjung hilang. Foto: Eyad Baba/AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Baunya sangat mengganggu. Saya membiarkan pintu tenda terbuka agar bisa menghirup udara, tetapi tidak ada udara sama sekali,” kata Masri. “Hanya bau sampah,” lanjutnya. Foto: Eyad Baba/AFP

PBB dan badan-badan kemanusiaan yang bekerja di bidang sanitasi mengatakan bahwa dalam delapan bulan peperangan berlangsung, lebih dari 330.400 ton limbah padat diperkirakan telah menumpuk di wilayah Jalur Gaza. Demikian dilaporkan BBC, pada 19 Juni 2024. Foto: Eyad Baba/AFP

PBB dan badan-badan kemanusiaan yang bekerja di bidang sanitasi mengatakan bahwa dalam delapan bulan peperangan berlangsung, lebih dari 330.400 ton limbah padat diperkirakan telah menumpuk di wilayah Jalur Gaza. Demikian dilaporkan BBC, pada 19 Juni
Dok. Istimewa
Rekomendasi