FOTO: Muslim Palestina Tak Gentar Salat Jumat di Tengah Penjagaan Ketat Polisi Israel Bersenjata Lengkap

Seiring memanasnya konflik yang terjadi di Jalur Gaza, Israel membatasi jemaah yang hendak beribadah di Masjid Al Aqsa.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Muslim Palestina Tak Gentar Salat Jumat di Tengah Penjagaan Ketat Polisi Israel Bersenjata Lengkap
FOTO: Muslim Palestina Tak Gentar Salat Jumat di Tengah Penjagaan Ketat Polisi Israel Bersenjata Lengkap (Merdeka.com)

Sejumlah muslim Palestina tak gentar melaksanakan salat Jumat meskipun mendapat penjagaan ketat dari polisi Israel bersenjata lengkap di Yerusalem, pada 3 November 2023.

Sejumlah muslim Palestina tak gentar melaksanakan salat Jumat meskipun mendapat penjagaan ketat dari polisi Israel bersenjata lengkap di Yerusalem, pada 3 November 2023.
Dok. Istimewa

Mereka tetap khusyuk melaksanakan salat Jumat di trotoar di luar lingkungan Masjid Al Aqsa.

Mereka tetap khusyuk melaksanakan salat Jumat di trotoar di luar lingkungan Masjid Al Aqsa.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seiring memanasnya konflik yang terjadi di Jalur Gaza, Israel diketahui membatasi jemaah yang hendak beribadah di Masjid Al Aqsa.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Israel hanya mengizinkan kaum perempuan dan laki-laki berusia di atas 50 tahun untuk beribadah di Masjid Al Aqsa.

Sementara, di luar kategori itu akan diusir dan dilarang memasuki kompleks Baitulmaqdis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meski mendapat larangan, sejumlah muslim Palestina tetap berdatangan walaupun harus melaksanakan salat Jumat di luar lingkungan Masjid Al Aqsa.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak hanya itu, muslim Palestina juga mendapatkan penjagaan ketat dari polisi Israel bersenjata lengkap.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui, konflik yang terjadi di Jalur Gaza turut meluas ke wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Lebih dari 130 orang telah terbunuh di Tepi Barat sejak 7 Oktober.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara, Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah melampaui 9.000 jiwa, di mana labih dari setenganya adalah anak-anak dan perempuan.

Rekomendasi