Advertisement
Musibah kebakaran hutan di Aljazair telah menyebar dengan cepat ke negeri tetangga, Tunisia. Kedahsyatan kobaran apinya telah melanda dan menghanguskan sepanjang pesisir Laut Mediterania di kawasan itu.
Advertisement
Ribuan petugas pemadam pun telah dikerahkan untuk memadamkan api yang bergerak cepat itu.
Advertisement
Selain dipengaruhi suhu panas yang ekstrem, angin kencang di wilayah perbatasan tersebut juga telah memperburuk keadaan.
Seperti diketahui suhu panas yang terjadi di wilayah perbatasan antara Tunisia dan Aljazair saat kebakaran berlangsung mencapai 49 derajat Celcius.
Seperti dilansir dari berita Reuters, petugas berwenang telah melaporkan berhasil mengendalikan sebagian kobaran api di melahap wilayah tersebut. Dan jumlah korban jiwa yang dicatat saat ini sedikitnya ada 34 orang.
Advertisement
Imbas kebakaran di Aljazair ini, dilaporkan sekitar 1.500 orang telah dievakuasi dari Provinsi Bejaia, Bouira, dan Jijel, menurut AFP.
Advertisement
Sisa-sisa kebakaran di dekat kota Melloula di Tunisia barat laut dekat perbatasan dengan Aljazair itu sangat tragis. Pohon-pohon yang tumbuh hijau itu sekejap hangus terbakar.
Sehari sebelumnya, pada Senin (24/7/2023) lalu, beberapa provinsi di Aljazair juga telah dilanda kebakaran hutan yang parah . Kobaran api melalap hutan, kebun zaitun, dan semak belukar.
Dari informasi terbaru yang dilaporkan pada Selasa (25/7/2023) lalu, 10 dari 34 korban yang tewas merupakan tentara.
Advertisement
Menurut layanan perlindungan sipil Aljazair mengatakan, pada Selasa (25/7/2023) lalu tercatat ada lima belas kebakaran yang tersebar di delapan titik.
Advertisement
Kedelapan titik tersebut meliputi wilayah Skikda, Jijel, Bouira, Bejaia, Tebessa, Medea, Setif, dan El Tarf.
Warga berusaha memadamkan api di kota pesisir barat laut Tabarka di tengah gelombang panas ekstrem menyengat yang menyebabkan kebakaran hutan pinus di Tunisia dekat perbatasan dengan Aljazair.