Duta Besar AS Tanggapi Soal Kabar Prabowo Diundang ke Amerika

Selasa, 5 November 2019 17:04 Reporter : Merdeka
Duta Besar AS Tanggapi Soal Kabar Prabowo Diundang ke Amerika Dubes Joseph R Donovan Jr. ©2017 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan menanggapi soal kabar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang akan diundang ke Amerika Serikat.

Donovan menyampaikan rasa hormatnya terhadap proses demokrasi yang telah berlangsung di Indonesia baru-baru ini. Ucapannya tersebut merujuk pada proses pemilihan anggota Kabinet Indonesia Maju hingga dilantik Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Ia juga menyampaikan, pihaknya siap bekerja sama dengan semua pihak yang berada di dalam kabinet baru Jokowi, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Selain itu, Donovan menegaskan atas rasa hormatnya terhadap hak asasi manusia yang menjadi landasan atas kebijakan kementerian luar negeri AS.

Spesifik mengenai Prabowo yang dikabarkan diundang pihak AS, Donovan mengaku tidak bisa bicara banyak tentang itu lantaran adanya privasi yang terlibat ketika berbicara mengenai aplikasi visa Amerika Serikat.

"Kami tidak pernah mendiskusikan aplikasi visa secara individu karena itu merupakan wilayah privasi dari setiap orang yang mengajukan visa ke Amerika Serikat," ucap Dubes AS untuk RI dalam acara peresmian pameran foto di Perpusnas RI pada Selasa (5/11).

1 dari 1 halaman

Tidak Ditolak Masuk AS

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pekan lalu mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tidak ditolak untuk masuk wilayah Amerika Serikat. Bahkan, kata Dasco, pihak AS bahkan kini mengundang Prabowo untuk berkunjung ke negeri Paman Sam itu.

"Memang sejak jadi Menhan ada beberapa dari negara yang kemudian bersilaturahmi kepada Pak prabowo, termasuk dari tim Amerika Serikat. Kemudian dalam silaturahmi itu juga menyampaikan undangan untuk berkunjung," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (29/10).

Meski telah diundang, Ketua Umum Gerindra itu belum dapat memenuhi undangan dalam waktu dekat. Sebab, Prabowo masih masih menata awal Kemenhan.

"Namun karena kesibukan Pak Prabowo yang masih menata mempelajari dan kemudian membuat rencana untuk departemen pertahanan, sehingga rencana keluar negeri itu termasuk ke amerika belum terjadwalkan," ujarnya.

Prabowo sempat ditolak masuk ke AS pada 2000. Ketika itu, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo saat dia ingin menghadiri wisuda sang putra di salah satu universitas di Boston.

Menurut laporan berbagai sumber, tak jelas alasan AS menolak visa Prabowo saat itu. Dari laporan New York Times pada Maret 2014, AS sempat menjauhkan diri dari para pendukung mantan Presiden Soeharto, termasuk Prabowo, usai kejatuhan rezim Orde Baru itu pada 1998.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Lemhannas Sebut Konflik Pascapemilu 2019 Mereda
Rapat Pekan Depan, Komisi I Akan Minta Pandangan Prabowo Soal Pertahanan
Menhan Prabowo dan Wakilnya Berencana Kunjungi PT Pindad Besok
Lieus: Pak Jokowi Tepat Tunjuk Menhan, Pak Prabowo Menerima Pilihan Bijak
Prabowo Jadi Menhan, Lieus Sungkharisma Yakin Kasus Makarnya Disetop
Tak Mau Jadi Penjilat, Fadli Zon akan Kritik Prabowo dan Jokowi

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini