Dulu Dilarang di Arab Saudi, Sekarang Aturan-Aturan Ini Sudah Dicabut

Senin, 15 Juli 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Dulu Dilarang di Arab Saudi, Sekarang Aturan-Aturan Ini Sudah Dicabut Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu-persatu peraturan di Arab Saudi mulai dilonggarkan. Sebelumnya Arab Saudi dikenal memiliki peraturan yang sangat ketat, khususnya bagi wanita. Arab Saudi memang kerap mendapat kritikan dari negara lain, terutama soal pembatasan hak dasar wanita.

Kini peraturan-peraturan ketat tersebut mulai longgar. Hal ini dilakukan semenjak Pangeran Muhammad bin Salman al Saud memiliki rencana menjadikan Arab Saudi sebagai negara Islam moderat.

Berikut peraturan-peraturan Arab Saudi yang dicabut:

1 dari 5 halaman

Cabut Aturan Wanita Harus Izin Pria Jika Bepergian

Pemerintah Arab Saudi mencabut aturan wanita harus mendapat dari pria jika ingin bepergian ke luar negeri. Keputusan ini juga sekaligus mengakhiri masalah mengenai sistem perwalian Saudi. Rencananya keputusan ini dilakukan tahun ini.

Keputusan pencabutan peraturan dilakukan setelah aplikasi pengontrol istri buatan pemerintah Arab Saudi dikecam masyarakat.

Aplikasi bernama Absher itu sebenarnya berfungsi sebagai alat pengontrol. Jadi para pria bisa mengontrol istri atau kerabat mereka melalui smartphone. Masyarakat meminta aplikasi tersebut dihapus dari Google Play Store dan App Store pada Apple.

Selama peraturan ini masih berlaku, wanita harus meminta izin dari wali laki-laki untuk menikah, bekerja bahkan bepergian ke luar negeri. Namun, peraturan yang akan dihapus adalah izin bepergian saja.

2 dari 5 halaman

Cabut Larangan Panggilan Whatsapp dan Skype

Arab Saudi mencabut larangan untuk penggunaan Whatsapp, Skype dan beberapa aplikasi lainnya pada 2017 lalu. Sebelum larangan ini dicabut, Arab Saudi sempat melarang panggilan melalui internet atau Voice Over Internet Protocol (VOIP).

Peraturan penggunaan internet seperti itu bisa membatasi ruang gerak masyarakat Saudi dan ekspatriat untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Menurut pemerintah Arab Saudi, larangan tersebut sudah ada tahun 2013 untuk melindungi masyarakat dari efek negatif yang merugikan kepentingan publik.

Namun semenjak aplikasi internet berkembang yang berimbas pada perdagangan internasional, akhirnya pemerintah mencabut larangan itu untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. "Transformasi digital adalah salah satu langkah awal bagi ekonomi Saudi, karena akan memberi insentif pada pertumbuhan bisnis berbasis internet, terutama di industri media dan hiburan," kata pihak kementerian informasi Arab Saudi.

3 dari 5 halaman

Larangan Mengemudi Juga Dicabut

Setelah beberapa dekade, pemerintah Arab Saudi akhirnya mencabut larangan mengemudi bagi kaum hawa pada 2018. Ini bagian dari program Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Arab Saudi.

Setelah peraturan resmi ini diberlakukan, para wanita langsung membanjiri jalanan mulai tengah malam. Mereka mengemudi mengitari jalanan di Riyadh, Arab Saudi.

Tak hanya itu saja, Arab Saudi juga sudah menerbitkan surat izin mengemudi (SIM) untuk wanita. sebelum mereka mendapat SIM, terlebih dahulu melakukan tes praktik.

4 dari 5 halaman

Wanita Boleh Menonton Bioskop

Kementerian Penerangan Arab Saudi mengumumkan layar lebar atau bioskop mulai dibuka untuk umum di Ibu Kota Riyadh pada 18 April 2018. Kementerian juga mengatakan pada 2030 nanti diharapkan sudah ada 350 bioskop dengan 2.500 layar di sejumlah kota.

Pertama kalinya bioskop dibuka di Saudi setelah 35 tahun. Untuk diketahui, bioskop dilarang di Arab Saudi sejak awal 1980-an lantaran tekanan dari kelompok Islamis yang beraliran konservatif. Demi menjaga moral, setiap film di bioskop nantinya akan menjalani proses sensor.

Pemerintah Saudi menargetkan ada 40 bioskop di 15 kota dalam lima tahun mendatang. Tidak seperti tempat publik lain di Saudi, di dalam bioskop nanti tidak akan ada pemisahan antara kaum perempuan dan laki-laki.

5 dari 5 halaman

Boleh Menonton Bola di Stadion

Wanita di Arab Saudi akhirnya diperbolehkan menonton di stadion olahraga untuk pertama kalinya pada 2018. Sebelumnya, Arab Saudi melarang wanita memasuki arena olahraga. Negara tersebut memberlakukan peraturan yang ketat, dengan memisahkan antara wanita dan pria di masyarakat.

"Pertandingan pertama yang akan diizinkan wanita menonton adalah al-Ahli versus al-Batin pada hari Jumat 12 Januari," kata pernyataan kementerian informasi. [has]

Baca juga:
Saudi Serukan Umat Islam Hindari Politisasi dalam Ibadah Haji
Hassa binti Salman, Putri Sang Raja Arab Saudi yang Tersangkut Hukum
Nicki Minaj Batalkan Konser di Arab Saudi karena Isu Pelanggaran HAM
Pakar HAM PBB Kecam Amerika yang Bungkam Atas Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
Raja Salman Undang 1000 Keluarga Syahid Palestina Naik Haji
Maskapai Arab Saudi Batalkan Pembelian 737 Max, Boeing Kehilangan Rp83,4 Triliun

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini