Ditekan Arab Saudi, 2 Muslimah Anggota Kongres AS Malah Makin Garang

Minggu, 10 Februari 2019 14:05 Reporter : Liputan6.com
Ditekan Arab Saudi, 2 Muslimah Anggota Kongres AS Malah Makin Garang Ilhan Omar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Usaha Arab Saudi untuk menekan dan memberikan serangan politik terhadap dua Muslimah di Kongres AS, menjadi bumerang. Ilhan Omar dan Rashida Tlaib semakin berani unjuk gigi memperjuangkan hak-hak perempuan.

Salah seorang di antara mereka adalah anggota DPR dari negara bagian Minnesota Ilhan Omar, yang memenangkan kursi di panel yang memiliki wewenang untuk memutuskan penjualan senjata api Amerika ke Arab Saudi, dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (9/2).

Warga Amerika keturunan Somalia Ilhan Omar, yang pekan lalu memenangkan kursi di Komite Urusan Luar Negeri DPR, dan Rashida Tlaib, mitranya dari negara bagian Michigan; telah membuat panas kuping Arab Saudi .

Ketika berhasil memenangkan kursi di panel DPR itu, Ilhan Omar mengatakan ia bertekad mengendalikan penjualan senjata api bagi negara pelanggar HAM seperti Arab Saudi.

Serangan terhadap kedua perempuan anggota Kongres, yang menyebut diri mereka sebagai sosialis-demokrat, tak kunjung surut meskipun keduanya telah memenangkan pemilihan paruh waktu dan menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih duduk di Kongres Amerika. Keduanya merupakan sebagian dari anggota-anggota baru kongres yang berpandangan progresif dan telah bertekad akan memperbarui Kongres dan Partai Demokrat.

Seorang diplomat Arab Saudi memulai retorika yang menarget kedua perempuan anggota Kongres ini dengan sebuah cuitan pada malam terpilihnya Omar, dengan mengatakan ia akan bersikap keras terhadap Teluk (negara-negara Teluk.red) dan menuduhnya pendukung Ikhwanul Muslimin.

Para pendukung kedua perempuan anggota Kongres itu menggambarkan kampanye media Arab Saudi terhadap Ilhan Omar dan Rashida Tlaib itu sebagai fitnah. Mereka mengatakan serangan itu merupakan ironi, karena kedua perempuan itu sesungguhnya berpandangan progresif, termasuk sebagai pendukung kuat hak-hak perempuan dan LGBTQ, yang jelas bertentangan dengan politik Islam.

Ditambahkan, Arab Saudi menyampaikan kritik tajam terhadap keduanya setelah mereka mengkritisi perjuangan hak asasi perempuan dan keluarga kerajaan Arab Saudi, khususnya terhadap penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Kedua perempuan anggota Kongres Amerika itu juga telah mengecam cara Presiden Donald Trump menanggapi Arab Saudi dalam kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi November lalu. Ilhan Omar sempat mencuit bahwa pemerintah Arab Saudi mungkin strategis dalam menutupi kekejaman yang dilakukan sehari-hari terhadap kelompok minoritas, perempuan, aktivis dan bahkan genosida di Yaman, tetapi pembunuhan Jamal Khashoggi seharusnya menjadi tindakan kejahatan terakhir yang dapat mereka lakukan. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini