Diduga Bocorkan Informasi Pribadi, Asisten Trump Dipecat

Sabtu, 31 Agustus 2019 16:32 Reporter : Merdeka
Diduga Bocorkan Informasi Pribadi, Asisten Trump Dipecat Putra Mahkota Saudi temui Presiden Trump. ©2017 AFP/Getty Images

Merdeka.com - Asisten Pribadi Presiden Donald Trump, Madeleine Westerhout dipecat, karena dituduh membocorkan informasi pribadi terkait keluarga presiden.

Menurut laporan yang dikutip dari BBC pada Sabtu (31/8), perempuan itu "minum-minum dan membual soal akses khususnya kepada Presiden Trump" selama liburan keluarga presiden di New Jersey.

Westerhout dituduh memberitahu awak media tentang informasi yang bersifat pribadi. Tak perlu waktu lama setelahnya, Westerhout dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (29/8) lalu.

Ditanya wartawan tentang pemecatan asisten pribadi Trump, pihak gedung putih menolak memberikan komentar.

Diduga, omongan Westerhout dilontarkan dalam obrolan makan malam dengan sorang wartawan di sebuah hotel di Berkeley Heights, New Jersey. Dalam obrolan yang tidak direkam itu, Westerhout dikabarkan menceritakan detail keluarga presiden Amerika Serikat. Kejadian itu bertepatan dengan periode liburan keluarga Trump di klub pribadinya di Bedminster, New Jersey, awal Agustus lalu.

Meski demikian, tidak diketahui bagaimana Presiden Trump mengetahui tentang percakapan asisten pribadinya itu.

Telah lama dicurigai

CBS News mengabarkan, beberapa pejabat Gedung Putih telah lama mencurigai Westerhout tidak loyal kepada Trump.

"Dia adalah mata-mata sejak hari pertama yang berusaha menggunakan kedekatannya dengan presiden untuk menjilat kelompok pencela," kata seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebut namanya.

Westerhout yang juga mantan ajudan Komite Nasional Partai Republik, terlihat marah dan menangis pada malam Pemilu 2016 di mana Trump dinyatakan menang. Pernyataan tersebut dimuat dalam dua buku tentang Gedung Putih.

Meski dilaporkan sempat kecewa dengan kemenangan Trump, pada akhirnya wanita 29 tahun itu berhasil mendapat posisi sebagai asisten pribadi Trump, dengan gaji mencapai USD 145.000. Profesinya tersebut sekaligus menjadi "gerbang akses" menuju presiden.

Westerhout sempat menjadi pembicaraan di media AS pada akhir 2016. Oleh media, wanita berambut panjang itu dijuluki sebagai "penjaga gerbang Trump". Kehadirannya di Trump Tower, atau properti lain milik Trump dianggap sebagai tanda akan hadirnya tamu penting.

Ketika jurnalis senior Bob Woodward mengeluh kepada Trump, tentang permintaannya yang belum diteruskan oleh Kellyanne Conway, staf yang lebih senior, Trump mengatakan bahwa dia seharusnya menghubungi Westerhout.

"Madeleine adalah kuncinya. Dia rahasianya," kata Trump yang kerap menyebut Westerhout sebagai "wanita cantik" itu.

Sejak menjadi staf kepresidenan, Westerhout memiliki kantor langsung di depan Oval Office di Sayap Barat yang menjadi kompleks perkantoran utama di Gedung Putih.

The New York Times melaporkan, Westerhout kerap mengabadikan momen dirinya selama berada di Gedung Putih atau ketika berpergian mendampingi presiden. Momen-momen tersebut diunggah dalam akun Instagram pribadinya.

Kabar pemecatan Westerhout pertama kali diberitakan oleh The New York Times. Mengutip dari sumber Gedung Putih, Westerhout disebut sebagai "karyawan yang terpisah" dan akan dilarang untuk kembali ke kantor dan kediaman resmi kepresidenan sejak Jumat kemarin.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [did]

Topik berita Terkait:
  1. Donald Trump
  2. Amerika Serikat
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini