Denmark Dituding Bantu Amerika Memata-matai Angela Merkel & Pejabat Eropa Lain

Senin, 31 Mei 2021 19:29 Reporter : Hari Ariyanti
Denmark Dituding Bantu Amerika Memata-matai Angela Merkel & Pejabat Eropa Lain Angela Merkel . REUTERS / Beawiharta

Merdeka.com - Dinas rahasia Denmark membantu Amerika Serikat memata-matai para politikus Eropa termasuk Kanselir Jerman, Angela Merkel dari 2012 sampai 2014, seperti dilaporkan media Denmark.

Dinas Intelijen Pertahanan (FE) bekerja sama dengan Badan Keamanan Nasional AS (NSA) mengumpulkan informasi, menurut Danmarks Radio.

Intelijen dituduh mengumpulkan informasi pejabat lainnya dari Jerman, Prancis, Swedia, dan Norwegia.

Tuduhan yang sama muncul pada 2013. Kemudian, informasi rahasia dibocorkan Edward Snowden yang diduga melakukan penyadapan telepon kanselir Jerman oleh NSA. Ketika tuduhan itu dilontarkan, Gedung Putih tidak memberikan bantahan langsung tapi mengatakan telepon Angela Merkel tidak disadap saat itu dan juga di masa yang akan datang.

Jerman adalah sekutu dekat AS.

Dilansir BBC, Senin (31/5), Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier dan juru bicara Angela Merkel mengatakan mereka tidak mengetahui keterlibatan Denmark sampai munculnya laporan Danmarks Radio, yang dibagi sejumlah media Eropa lainnya pada akhir pekan kemarin.

NSA disebut memiliki akses SMS dan percakapan telepon sejumlah tokoh penting dengan menyadapnya ke kabel internet Denmark bekerja sama dengan FE.

Dalam laporan yang diberi kode “Operasi Dunhammer” itu, disebutkan NSA memperoleh data mengunakan nomor telepon politikus sebagai parameter pencarian.

Danmarks Radio mewawancari sembilan sumber, semuanya disebut memiliki akses ke informasi rahasia yang dimiliki FE.

Selain Angela Merkel, yang menjadi target adalah Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier dan pemimpin posisi saat itu, Peer Steinbruck.

“Secara politis saya memandang ini sebuah skandal,” kata Steinbruck kepada media Jerman.

Menteri Pertahanan Denmark, Trine Bramsen, yang dilaporkan sebelumnya menginformasikan spionase tersebut, mengatakan kepada Danmarks Radio bahwa penyadapan kabel sistematis sekutu terdekat tidak dapat diterima.

Baik FE maupun NSA belum mengomentari laporan terbaru ini.

Menyusul laporan baru ini, Edward Snowden menuding Presiden AS Joe Biden terlibat dalam skandal in. Biden merupakan Wakil Presiden AS saat penyadapan terjadi. [pan]

Baca juga:
Angela Markel & Emmanuel Macron Minta Penjelasan AS & Denmark Soal Laporan Mata-Mata
Angela Merkel
Sejumlah Pemimpin Dunia Sekutu Dekat AS Ucapkan Selamat Pada Joe Biden
Prancis dan Jerman Tawarkan Pengobatan Untuk Tokoh Oposisi Rusia yang Diduga Diracun
Ternyata, Presiden Wanita Miliki Respons Terbaik Tangani Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini