Hot Issue

Daftar Serangan Biadab Israel ke Gaza Sejak 2005, Tanpa Kena Sanksi Apa pun

Selasa, 9 Agustus 2022 07:07 Reporter : Hari Ariyanti
Daftar Serangan Biadab Israel ke Gaza Sejak 2005, Tanpa Kena Sanksi Apa pun Kondisi bangunan yang hancur usai serangan udara Israel di Gaza. ©2022 REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Merdeka.com - Israel kembali menyerang Jalur Gaza pada Jumat (5/8). Serangan yang berlangsung tiga hari itu menewaskan 31 orang Palestina, termasuk enam anak-anak. Pada Minggu (7/8), gencatan senjata disepakati dan mulai berlaku pada pukul 20.30 waktu Palestina.

Ini merupakan serangan terbaru sejak perang Gaza selama 11 hari pada Mei 2021 yang menewaskan ratusan orang.

Berikut daftar serangan paling biadab Israel ke Jalur Gaza sejak 2005, ketika pasukan penjajah itu menarik diri dari Jalur Gaza, dikutip dari Al Jazeera:

Agustus 2005: Pasukan Israel menarik diri dari Gaza 38 tahun setelah merebut kota itu dari Mesir. Gaza kemudian dikuasai Otoritas Palestina (PA).

Januari 2006: Hamas memenangkan kursi mayoritas dalam pemilihan legislatif Palestina.

Juni 2006: Hamas menangkap wajib militer Israel, Gilad Shalit dalam serangan lintas perbatasan dari Gaza, mendorong Israel menyerang Gaza.

Desember 2008: Israel meluncurkan serangan militer 22 hari di Gaza setelah roket ditembakkan ke kota Sderot, Israel selatan. Sekitar 1.400 orang Palestina dan 13 orang Israel tewas sebelum gencatan senjata disepakati.

November 2012: Israel membunuh panglima militer Hamas, Ahmad Jabari, disusul serangan udara Israel selama delapan hari di Palestina.

Juli-Agustus 2014: Penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel oleh Hamas memicu perang tujuh minggu, menewaskan lebih dari 2.100 orang Palestina di Gaza.

Maret 2018: Unjuk rasa warga Palestina mulai di perbatasan Gaza dan Israel. Tentara Israel menembak para pengunjuk rasa. Lebih dari 170 orang Palestina terbunuh selama unjuk rasa yang berlangsung berbulan-bulan, memicu pertempuran antara Hamas dan pasukan Israel.

Mei 2021: Pasukan Israel menyerang ratusan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa saat bulan Ramadan. Hamas meminta Israel menarik pasukannya dari Al-Aqsa. Israel lalu melancarkan serangan udara di Gaza dengan dalih membalas serangan roket yang ditembakkan dari Gaza. Perang berlangsung selama 11 hari, sedikitnya 260 orang Palestina di Gaza dan 13 warga Israel tewas.

Agustus 2022: Dalam serangan terbaru ini, 31 orang Palestina tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Kelompok Jihad Islam, yang dua komandannya tewas dalam serangan ini, menembakkan ratusan roket ke Israel sebagai balasan.

2 dari 2 halaman

Tanpa sanksi

Blokade darat, udara, dan laut yang diberlakukan Israel membuat 2.3 juta warga terperangkap di Jalur Gaza sejak 2007. Gaza memiliki luas 365 kilometer. Angka pengangguran sebanyak 45 persen dan salah satu yang tertinggi di dunia.

Gaza merupakan salah satu kawasan terpadat di dunia. Selama serangan Israel ke Gaza sejak 2008, korban jiwa sebagian besar warga sipil. Kendati kekejaman Israel sangat nyata, Israel selalu lolos dari sanksi negara-negara Barat.

Bahkan dalam serangan terbaru ini, Amerika Serikat (AS) yang menjadi sekutu dekat Israel, mengatakan Israel berhak membela diri dengan melancarkan serangan ke Gaza. Israel berdalih serangannya ke Gaza sebagai tindakan melindungi diri sendiri karena Jihad Islam merencanakan serangan ke Israel selatan. [pan]

Baca juga:
Perangi Israel Sejak 1981, Siapa Sebenarnya Kelompok Jihad Islam Palestina?
Israel Masih Serang Gaza Meski Gencatan Senjata Sudah Disepakati
Warga Jalur Gaza Rayakan Gencatan Senjata dengan Israel
Pelapor Khusus PBB: Serangan Israel di Jalur Gaza Ilegal
Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata Setelah Serangan di Gaza
Momen Pasukan Israel Kawal ketat Warga Yahudi Masuk ke Halaman Masjid Al-Aqsa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini