Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Biadabnya Israel, Bomnya di Gaza Membuat Balita ini Dijahit 200 Jahitan di Wajah & Kehilangan Lidah Hingga Tangan

Biadabnya Israel, Bomnya di Gaza Membuat Balita ini Dijahit 200 Jahitan di Wajah & Kehilangan Lidah Hingga Tangan

Biadabnya Israel, Bomnya di Gaza Membuat Balita ini Dijahit 200 Jahitan di Wajah & Kehilangan Lidah Hingga Tangan

Potret balita korban kekejaman israel sampai harus kehilangan tangan dan sebagian lidahnya.

Seorang balita bernama Sanad Al-arabi menjadi salah satu korban kekejaman tentara Israel.

Dia mengalami luka parah disekujur tubuhnya akibat bom yang dijatuhkan Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Akibatnya, Sanad harus mendapat 200 jahitan di wajah dan kehilangan salah satu tangannya. Simak ulasannya:

Balita Korban Kekejaman Israel

Dilansir dari Instagram @eye.on.palestine, membagikan video merekam seorang balita bernama Sanad Al-Arabi itu tengah merintih kesakitan.

Balita Korban Kekejaman Israel

"Anak kecil Sanad Alarabi terluka parah akibat pemboman Israel di Gaza," tulis keterangan unggahan.

Kedua tangannya tampak dililit menggunakan perban berwarna putih.

Disebutkan, jika dia sampai harus kehilangan tangan kirinya.

Biadabnya Israel, Bomnya di Gaza Membuat Balita ini Dijahit 200 Jahitan di Wajah & Kehilangan Lidah Hingga Tangan

Tak hanya itu, kekejaman Israel bahkan membuat Sanad harus mendapat 200 jahitan di wajah dan sebagian lidahnya hilang.

Dalam keterangan unggahan, serangan bom Israel juga turut menewaskan 9 anggota keluarga Sanad.

Biadabnya Israel, Bomnya di Gaza Membuat Balita ini Dijahit 200 Jahitan di Wajah & Kehilangan Lidah Hingga Tangan
Biadabnya Israel, Bomnya di Gaza Membuat Balita ini Dijahit 200 Jahitan di Wajah & Kehilangan Lidah Hingga Tangan

Saat ini, pihak keluarga menuntut agar Sanad bisa diizinkan keluarga dari wilayah Gaza untuk mendapat pengobatan di luar negeri.

Serangan Kejam Israel ke Gaza Tewaskan Ribuan Anak-Anak

Sejak melancarkan serangan pertamanya pada 7 Oktober 2023 lalu, Israel telah menewaskan lebih dari 14.000 anak-anak di Gaza.

Nyaris tak berjeda, Israel terus melakukan pembantaian kejam baik di wilayah Gaza maupun Tepi Barat selama berbulan-bulan.

Sekitar 34.000 orang dilaporkan meninggal dunia.

Sebagian besar korbannya adalah wanita dan anak-anak, serta melukai hampir 77.000 lainnya.

Tak sampai disitu, kejahatan Israel juga berlanjut dengan dilakukannya blokade yang melumpuhkan wilayah kantong pantai tersebut.

Sekitar 34.000 orang dilaporkan meninggal dunia.<br> <br>Sebagian besar korbannya adalah wanita dan anak-anak, serta melukai hampir 77.000 lainnya.

Hal ini membuat bantuan yang disalurkan dari berbagai negara kesulitan masuk dan membuat warga Gaza berada di ambang kelaparan.

Biadabnya Israel, Bomnya di Gaza Membuat Balita ini Dijahit 200 Jahitan di Wajah & Kehilangan Lidah Hingga Tangan

Israel Targetkan Jurnalis

Melansir dari laman antaranews, disebutkan jika sejumlah jurnalis Palestina menjadi target serangan tentara Israel.

Sumber medis mengatakan, pesawat tempur Israel menargetkan sejumlah jurnalis di kamp Nuseirat.

Para jurnalis di Gaza sengaja diincar untuk mencegah awak media menyampaikan kebenaran kepada dunia atas kekejaman Israel.

Kejahatan genosida yang dilakukan Israel pun menjadi sorotan dunia.

Negara tersebut telah dituntut di Mahkamah Internasional (ICJ).

Namun, hingga kini genjatan senjata permanen tak kunjung dilakukan.

Kejahatan genosida yang dilakukan Israel pun menjadi sorotan dunia.
Tentara Israel Culik Bayi Palestina dari Jalur Gaza Setelah Orang Tuanya Tewas Akibat Serangan Bom
Tentara Israel Culik Bayi Palestina dari Jalur Gaza Setelah Orang Tuanya Tewas Akibat Serangan Bom

Bayi perempuan tersebut dibawa ke Israel setelah diculik dari rumahnya yang hancur akibat serangan bom.

Baca Selengkapnya
Jumlah Sesungguhnya Warga Palestina Jadi Korban Haus Darah Israel di Gaza Terungkap, Sungguh Biadab!
Jumlah Sesungguhnya Warga Palestina Jadi Korban Haus Darah Israel di Gaza Terungkap, Sungguh Biadab!

Badan Pertahanan Sipil Palestina pada Selasa (30/4/2024) kemarin mengungkap fakta terbaru.

Baca Selengkapnya
Israel Bom Kamp Pengungsi di Gaza Pada Malam Idulfitri, 14 Orang Terbunuh Termasuk Anak-Anak
Israel Bom Kamp Pengungsi di Gaza Pada Malam Idulfitri, 14 Orang Terbunuh Termasuk Anak-Anak

Sejumlah pihak menyebut Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
PBB: Gaza Alami Kelaparan Massal Akibat Pengeboman dan Blokade Israel
PBB: Gaza Alami Kelaparan Massal Akibat Pengeboman dan Blokade Israel

Sejak agresinya di Gaza pada 7 Oktober hingga saat ini, Israel telah membunuh 24.285 warga Palestina dan melukai 61.154 lainnya.

Baca Selengkapnya
Israel Kewalahan Tangani Ribuan Tentaranya yang Cacat karena Perang di Gaza
Israel Kewalahan Tangani Ribuan Tentaranya yang Cacat karena Perang di Gaza

Pemerintah Israel mengantisipasi penerimaan klaim kecacatan capai angka 20.000 sampai akhir 2024.

Baca Selengkapnya
Israel Segera Akhiri Serangan Darat di Gaza dan Tarik Semua Pasukan, Ini Alasannya
Israel Segera Akhiri Serangan Darat di Gaza dan Tarik Semua Pasukan, Ini Alasannya

Israel sedang mempersiapkan fase baru perang di Jalur Gaza, Palestina.

Baca Selengkapnya
Israel Tembaki Konvoi Kendaraan PBB Berisi Bantuan Makanan untuk Gaza
Israel Tembaki Konvoi Kendaraan PBB Berisi Bantuan Makanan untuk Gaza

Kendaraan ini sedang menuju Gaza Utara ketika pasukan Israel menembakinya.

Baca Selengkapnya
Tak Ada Pasokan Gandum, Warga Gaza Terpaksa Giling Pakan Ternak Untuk Bikin Roti
Tak Ada Pasokan Gandum, Warga Gaza Terpaksa Giling Pakan Ternak Untuk Bikin Roti

Israel memblokade masuknya bantuan ke Gaza, sehingga warga kesulitan mendapatkan makanan.

Baca Selengkapnya
"Jika Israel Menyerang Rafah, Kami Tak Ada Tempat Lain Lagi Kecuali ke Kuburan"

Setelah menyatakan Rafah adalah zona aman untuk warga sipil, Israel mengancam akan menyerang daerah tersebut yang kini menampung 1.5 juta warga Palestina.

Baca Selengkapnya