Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

China Penjarakan Pastor Atas Tuduhan Subversi

China Penjarakan Pastor Atas Tuduhan Subversi wang yi dan istrinya. ©Lin Lu

Merdeka.com - Pengadilan Sichuan, China, dua hari lalu menjatuhkan hukuman penjara sembilan tahun kepada Pastor Wang Yi, pendiri Gereja Early Rain Covenant, atas tuduhan subversi dan menjalankan bisnis ilegal.

Satu tahun setelah ditahan dan diadili secara rahasia, Pastor Wang juga dicabut hak-hak politiknya selama tiga tahun, dan hak milik pribadinya bernilai 50.000 yuan atau sekitar hampir Rp 10 juta disita.

Pengadilan, lewat situs internetnya, tidak menjelaskan tentang "sidang terbuka' yang katanya diadakan atas Pastor Wang minggu lalu. Demikian dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (31/12).

Para aktivis agama menyebut vonis atas Wang itu paling keras dalam 10 tahun terakhir, dan memberikan gambaran buruk tentang penindasan agama dibawah pimpinan Presiden Xi Jin-ping.

Pastor Wang dan istrinya termasuk di antara puluhan orang pengikut gereja yang ditangkap polisi China bulan Desember tahun lalu.

Pastor berusia 46 tahun itu adalah seorang penulis, aktivis sosial dan sarjana hukum di Universitas Chengdu sebelum dia menjadi pastor.

Menutup gereja dan menurunkan ribuan salib

dan menurunkan ribuan salib rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kata Bob Fu, pendiri China Aid di Texas, kelompok HAM Kristen yang mendorong kebebasan beragama dan rule of law di China, hukuman atas pastor Wang itu adalah yang paling lama dalam satu dasawarsa ini. Pemimpin gereja Uyghur, Ali Mujiang Yimiti dari Xinjiang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara tahun 2008.

Fu mengatakan, Ini menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Xi Jinping bertekad menjadi musuh utama kebebasan beragama, karena takut akan pengaruh Pastor Wang Yi dalam bidang nasional dan internasional.

Pemerintah China di bawah Xi Jinping dituding melakukan penindasan terhadap penganut agama Kristen, Islam dan bahkan Buddha.

Pemerintah tidak hanya menangkap pastor, tapi juga menutup gereja dan menurunkan ribuan salib, dan mengeluarkan peraturan bahwa orang yang berusia di bawah 18 tahun tidak boleh menghadiri acara gereja ataupun dipengaruhi oleh ajaran agama. Menurut Fu, ini adalah penindasan agama terburuk sejak Revolusi Kebudayaan China tahun 1960-an.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP