China Diduga Kumpulkan DNA untuk Memetakan Wajah Muslim Uighur

Kamis, 5 Desember 2019 07:21 Reporter : Hari Ariyanti
China Diduga Kumpulkan DNA untuk Memetakan Wajah Muslim Uighur Kamp Muslim Uighur di Xinjiang. ©REUTERS/Ben Blanchard

Merdeka.com - Di sebuah kota berdebu di wilayah Xinjiang, bagian barat China, pihak berwenang tengah menguji coba sebuah ilmu pengetahuan. Dengan satu juta atau lebih etnis Uighur dan etnis lainnya dari kelompok minoritas yang mayoritas Muslim yang ditahan di Xinjiang, pejabat Tumxuk telah mengumpulkan sampel darah dari ratusan warga Uighur - bagian dari upaya pengumpulan DNA massal yang dipenuhi tanda tanya.

Di Tumxuk, setidaknya, ada jawaban sepihak: ilmuwan China mencoba menemukan cara menggunakan sampel DNA untuk membuat gambar wajah seseorang.

Teknologi ini, yang juga dikembangkan di Amerika Serikat dan tempat lainnya, sedang dalam tahap awal pengembangan dan dapat menghasilkan gambar kasar yang cukup baik hanya untuk mempersempit perburuan manusia atau mungkin menghilangkan orang yang dicurigai. Tetapi mengingat tindakan keras di Xinjiang, para ahli etika dalam sains khawatir bahwa China sedang membangun alat yang dapat digunakan untuk membenarkan dan mengintensifkan profil rasial dan diskriminasi negara lainnya terhadap Uighur.

Dalam jangka panjang, kata pakar, bahkan sangat mungkin bagi pemerintah Komunis untuk memasukkan gambar yang dihasilkan sampel DNA ke dalam sistem pengawasan massal dan pengenalan wajah yang dirancang, mempererat cengkeramannya pada masyarakat dengan meningkatkan kemampuannya untuk melacak para pembelot dan pengunjuk rasa serta pelaku kejahatan.

Sebagian penelitian ini dilakukan di laboratorium Kementerian Keamanan Publik China, dan sedikitnya dua ilmuwan China bekerja dengan Kementerian Teknologi telah menerima dana dari lembaga-lembaga yang dihormati di Eropa. Jurnal ilmiah internasional telah menerbitkan temuan mereka tanpa memeriksa asal-usul DNA yang digunakan dalam penelitian atau memeriksa pertanyaan etis yang diajukan dengan mengumpulkan sampel tersebut di Xinjiang.

Dalam sejumlah dokumen, ilmuwan China mengatakan mereka mengikuti aturan yang dibuat asosiasi ilmuwan internasional, yang mensyaratkan pria di Tumxuk memberikan sampel darahnya secara sukarela. Tapi di Xinjiang, banyak orang tak punya pilihan. Pemerintah mengumpulkan sampel dengan dalih program pemeriksaan kesehatan wajib, menurut warga Uighur yang melarikan diri dari negara itu. Mereka yang ditempatkan di kamp-kamp - dua di antaranya di Tumxuk - juga tidak punya banyak pilihan.

Polisi mencegah wartawan dari The New York Times mewawancarai penduduk Tumxuk. Banyak penduduk menghilang. Di jalan menuju salah satu kamp interniran, seluruh lingkungan telah dibuldoser menjadi puing-puing.

Semakin banyak ilmuwan dan aktivis HAM mengatakan pemerintah China mengeksploitasi keterbukaan komunitas ilmuwan internasional untuk memanfaatkan penelitian ke dalam genom manusia untuk tujuan yang dipertanyakan.

China juga sedang mengeksplorasi penggunaan teknologi pengenalan wajah untuk memilah orang berdasarkan etnis. Teknologi ini juga meneliti bagaimana menggunakan DNA untuk mengetahui apakah seseorang adalah etnis Uighur. Penelitian tentang genetika di balik wajah laki-laki Tumxuk dapat membantu menjembatani keduanya.

Pemerintah China sedang membangun "teknologi yang pada dasarnya digunakan untuk memburu orang," kata Mark Munsterhjelm, asisten profesor di Universitas Windsor di Ontario, dilansir dari laman The New York Times, Rabu (4/12).

1 dari 2 halaman

Pemetaan Wajah

Membuat sketsa wajah seseorang hanya berdasar pada sampel DNA terdengar seperti sebuah fiksi. Tapi bukan.

Proses itu disebut fenotip DNA. Ilmuwan menggunakannya untuk menganalisa gen dengan ciri-cirinya seperti warna kulit, warna mata dan keturunan. Sejumlah perusahaan dan ilmuwan berusaha menyempurnakan sains untuk membuat gambar wajah yang tajam dan cukup akurat untuk mengidentifikasi penjahat dan korban.

Fenotip ini juga memperbesar persoalan etnis, kata Profesor Hukum dan Bioetik Universitas Wisconsin-Madison, Pilar Ossorio. Polisi bisa menggunakannya untuk mengumpulkan sejumlah besar orang yang menyerupai tersangka, atau menggunakannya untuk menargetkan kelompok etnis. Dan teknologi ini memunculkan masalah mendasar terkait persetujuan dari mereka yang tidak pernah ingin berada dalam basis data.

Apa yang dilakukan pemerintah China harus menjadi peringatan bagi semua orang yang senang, 'Bagaimana orang bisa khawatir tentang teknologi ini?' kata Ossorio.

Dengan kemampuan merekonstruksi wajah, polisi China akan memiliki alat genetik lain sebagai kontrol sosial. Pihak berwenang telah mengumpulkan jutaan sampel DNA di Xinjiang. Mereka juga telah mengumpulkan data dari ratusan ribu warga Uighur dan anggota kelompok minoritas lainnya yang dikurung di kamp-kamp penahanan di Xinjiang sebagai bagian dari kampanye untuk menghentikan terorisme. Para pejabat China menggambarkan kamp-kamp itu sebagai fasilitas pelatihan kejuruan, meskipun dokumen menggambarkan kondisinya seperti penjara, sementara kesaksian dari banyak orang yang pernah ditahan menyebut ada penyiksaan dan kekejaman.

Bahkan di luar Uighur, China memiliki basis data DNA terbesar di dunia, dengan lebih dari 80 juta profil pada Juli, menurut laporan terbaru.

2 dari 2 halaman

Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Uighur dan kelompok hak asasi manusia mengatakan pihak berwenang mengumpulkan sampel DNA, gambar selaput mata dan data pribadi lainnya selama kegiatan pemeriksaan kesehatan.

Dalam sebuah wawancara, Zhou Fang, kepala komisi kesehatan di Tumxuk, mengatakan warga secara sukarela menerima pemeriksaan kesehatan gratis di bawah program kesehatan masyarakat dan membantah bahwa sampel DNA dikumpulkan.

"Saya belum pernah mendengar hal seperti itu," katanya.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan wartawan New York Times membuat marah Zhao Hai, wakil kepala kantor urusan luar negeri Tumxuk. Dia menyebut reporter Times "tak tahu malu" karena mengajukan pertanyaan yang menghubungkan pemeriksaan kesehatan dengan pengumpulan sampel DNA.

"Apakah Anda pikir Amerika memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis ini?" "Hanya Partai Komunis yang bisa melakukan itu!" [pan]

Baca juga:
Problematika TikTok Diamkan Kritik Soal Uighur
Bikin Video Make-Up Sambil Kecam China Soal Uighur, Gadis AS Diblokir TikTok
Bocoran Dokumen Ungkap Peran Partai Komunis China dalam Kamp Penahanan Muslim
Bungkamnya Negara-negara Islam atas Penindasan Muslim Uighur di China
Aneka Penyiksaan Ini Jadi Bukti Kekejaman China Kepada Muslim Uighur
Muslim China Ungkap Perlakuan Kejam di Kamp Tahanan, Disiksa Sampai Diperkosa Massal

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini