Bukti-bukti ISIS Masih Jadi Ancaman Dunia

Kamis, 26 Desember 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Bukti-bukti ISIS Masih Jadi Ancaman Dunia Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). ©REUTERS

Merdeka.com - Kelompok ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan telah kalah. Pada Maret 2019, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengumumkan berhasil mengalahkan ISIS di Suriah. Padahal, kelompok ekstrimis itu pernah menguasai 88.000 kilometer persegi (34.000 mil) tanah yang membentang di Suriah dan Irak.

Meski begitu, tak mudah untuk memusnahkan kelompok sebesar ISIS. Apalagi kelompok ekstrimis ini sudah memiliki puluhan ribu anggota yang direkrut dari berbagai negara, hingga memiliki kelompok-kelompok kecil yang berbaiat dengan ISIS. Ada kemungkinan, saat ini ISIS masih menjadi ancaman bagi dunia.

Berikut beberapa bukti bahwa ISIS masih terus bergerak dan menjadi ancaman dunia:

1 dari 4 halaman

ISIS Masih Miliki 20.000 Pengikut

Pejabat AS meyakini bahwa ISIS memiliki 15.000 hingga 20.000 pengikut bersenjata yang aktif di wilayah tersebut.

Banyak dari mereka yang hidup membaur bersama masyarakat. Sejumlah orang itu dikhawatirkan akan kembali tumbuh dan melakukan tindakan ekstremisme lainnya.

Bahkan, sebelum kekalahannya di Baghuz, ISIS melalui Abu Hassan al-Muhajir merilis rekaman audio yang berisikan pernyataan bahwa kekhalifahan mereka belum selesai.

2 dari 4 halaman

ISIS Membangun Kembali Markas di Irak

Ada sejumlah indikasi yang muncul bahwa ISIS melakukan reorganisasi di Irak, dua tahun setelah kehilangan wilayah kekuasannya di negara tersebut. Pejabat intelijen Kurdi dan negara Barat mengungkapkan kepada BBC, kehadiran ISIS di Irak adalah sebuah pemberontakan yang canggih, dan serangan ISIS meningkat.

Pejabat tinggi kontra terorisme Kurdi, Lahur Talabany, mengatakan militan ISIS sekarang dinilai lebih terlatih dan lebih bahaya daripada Al Qaida. Dia memperingatkan ISIS dapat memanfaatkan kerusuhan saat ini di ibukota Irak, Baghdad, dan akan mengeksploitasi rasa keterasingan di antara sesama Muslim Sunni - sebuah komunitas minoritas di negara mayoritas Syiah tersebut.

"Mereka memiliki teknik yang lebih baik, taktik yang lebih baik dan lebih banyak uang yang mereka miliki," ujarnya

"Mereka mampu membeli kendaraan, senjata, persediaan makanan dan peralatan. Secara teknologi mereka jauh lebih canggih. Jauh lebih sulit membersihkan mereka," lanjutnya.

Pegunungan Hamrin, lanjutnya, kawasan pegunungan jarak jauh dan sangat sulit diawasi tentara Irak. Terdapat banyak tempat persembunyian dan gua.

"Jika ada kerusuhan politik," katanya, "ini adalah Surga atau Natal yang datang lebih awal untuk ISIS."

3 dari 4 halaman

ISIS Ancam Balas Dendam ke Amerika Serikat

Setelah ISIS mengetahui Abu Bakar al-Baghdadi tewas terbunuh, kelompok ekstrimis ini akan balas dendam kepada Amerika Serikat. Negara ini dinilai bertanggung jawab atas tewasnya pimpinan Al Baghdadi tersebut.

"Jangan terlalu ceria atau sombong," pernyataan salah satu anggota ISIS melalui medianya.

Para militan bersumpah untuk membalas dendam atas kematian pimpinan Al Baghdadi pada 26 Oktober 2019 di tangan pasukan Operasi Khusus AS di Suriah barat laut.

4 dari 4 halaman

Pimpinan Militer Inggris Peringatkan ISIS Belum Kalah

Pimpinan militer Inggris memperingatkan ISIS dan paham kekerasannya belum kalah dan ancaman terorisme terus berkembang biak dengan dampak mematikan. Pernyataan Jenderal Sir Nick Carter mengacu pada serangan pekan lalu di Jembatan London oleh teroris yang dibebaskan, Usman Khan sebagai contoh bahaya mematikan tengah mengancam masyarakat, dan menekankan bahwa situasi di beberapa wilayah dunia tidak kondusif untuk mengurangi pertumbuhan ekstremisme.

Faktanya kondisi keamanan memburuk, kata Kepala Staf Pertahanan tersebut. "Jadi apa yang berubah? Jika ada, peristiwa selama 12 bulan terakhir menunjukkan (situasi) menjadi semakin tidak stabil," katanya. [dan]

Baca juga:
Belum Benar-Benar Kalah, ISIS Bangun Kekuatan Baru di Pegunungan Irak
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 3-Habis)
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 2)
Video Langka Militan ISIS di Penjara Suriah Menunggu Diadili
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 1)
Kuburan Massal Berisi 643 Mayat Diduga Korban Penculikan Ditemukan di Irak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini