Belum Benar-Benar Kalah, ISIS Bangun Kekuatan Baru di Pegunungan Irak

Rabu, 25 Desember 2019 07:20 Reporter : Hari Ariyanti
Belum Benar-Benar Kalah, ISIS Bangun Kekuatan Baru di Pegunungan Irak Pegunungan di Irak tempat persembunyian ISIS.. ©BBC

Merdeka.com - Ada sejumlah indikasi yang muncul bahwa ISIS melakukan reorganisasi di Irak, dua tahun setelah kehilangan wilayah kekuasannya di negara tersebut. Pejabat intelijen Kurdi dan negara Barat mengungkapkan kepada BBC, kehadiran ISIS di Irak adalah sebuah pemberontakan yang canggih, dan serangan ISIS meningkat.

Militan ISIS sekarang dinilai lebih terlatih dan lebih bahaya daripada Al Qaida, menurut pejabat tinggi kontra terorisme Kurdi, Lahur Talabany.

"Mereka memiliki teknik yang lebih baik, taktik yang lebih baik dan lebih banyak uang yang mereka miliki," ujarnya, dilansir dari BBC, Selasa (24/12).

"Mereka mampu membeli kendaraan, senjata, persediaan makanan dan peralatan. Secara teknologi mereka jauh lebih canggih. Jauh lebih sulit membersihkan mereka," lanjutnya.

Di markasnya di Sulaimaniya, yang terletak di perbukitan wilayah Kurdistan di Irak Utara, ia melukis gambar sebuah organisasi yang telah menghabiskan 12 bulan terakhir membangun kembali reruntuhan kekhalifahan.

"Kami melihat kegiatan meningkat sekarang, dan kami pikir fase pembangunan kembali sudah berakhir," kata Talabany, yang mengepalai Badan Zanyari, salah satu dari dua badan intelijen di Kurdistan Irak.

Jenis ISIS yang berbeda telah muncul, kata dia, yang tidak lagi ingin menguasai wilayah untuk menghindari dijadikan target. Namun, seperti pendahulunya Al Qaidah, kelompok ekstremis ini bergerak melalui bawah tanah, di pegunungan Hamrin Irak.

"Ini adalah penghubung bagi ISIS saat ini," jelasnya.

Pegunungan Hamrin, lanjutnya, kawasan pegunungan jarak jauh dan sangat sulit diawasi tentara Irak. Terdapat banyak tempat persembunyian dan gua.

Dia memperingatkan ISIS dapat memanfaatkan kerusuhan saat ini di ibukota Irak, Baghdad, dan akan mengeksploitasi rasa keterasingan di antara sesama Muslim Sunni - sebuah komunitas minoritas di negara mayoritas Syiah tersebut.

"Jika ada kerusuhan politik," katanya, "ini adalah Surga atau Natal yang datang lebih awal untuk ISIS."

1 dari 2 halaman

Para militan juga mendapat manfaat dari ketegangan antara Baghdad dan pemerintah regional Kurdistan, menyusul referendum kemerdekaan Kurdi pada 2017. Di Irak utara, di wilayah yang tak bertuan, ISIS juga disebut berpatroli di wilayah tersebut.

Di pos berpasir di puncak bukit yang menghadap ke kota Gwer, Komandan Kurdi Peshmerga, Mayor Jenderal Sirwan Barzani mengatakan ISIS sekarang memiliki kendali bebas di wilayah yang tak bertuan ini.

"Di delta antara Great Zab dan sungai Tigris kita dapat mengatakan mereka secara permanen ada di sana," katanya.

"Ada terlalu banyak aktivitas dari ISIS di daerah yang dekat dengan Tigris. Dari hari ke hari kita dapat melihat pergerakan ISIS, dan aktivitasnya," lanjutnya.

Menurut laporan intelijen Peshmerga, barisan ISIS di daerah itu baru-baru ini diperkuat oleh sekitar 100 pejuang yang melintasi perbatasan dari Suriah, termasuk beberapa orang asing dengan sabuk bom bunuh diri.

Dari puncak bukit di Gwer inilah Peshmerga melancarkan serangan pertama mereka melawan ISIS pada Agustus 2014. Sekarang diprediksi sejarah terulang kembali.

"Saya bisa membandingkan tahun 2019 dengan 2012, ketika mereka mulai, mengorganisir diri mereka sendiri, dan mendapatkan pajak dari rakyat. Jika situasinya terus berlanjut, pada tahun 2020 mereka akan mengatur kembali diri mereka sendiri, menjadi lebih kuat dan melaksanakan lebih banyak serangan," kata dia.

Pejabat intelijen Kurdi memperkirakan ada 10.000 pejuang ISIS di Irak. Lahur Talabany memperingatkan komunitas internasional terkait ancaman ini.

2 dari 2 halaman

Menjaga tekanan

rev1

Komandan militer AS di Irak mengatakan ISIS sedang mencoba untuk membangun kembali kekuatannya tetapi menghadapi tanggapan yang berbeda dari pasukan keamanan Irak dan Kurdi kali ini.

Menurut Brigadir Jenderal William Seely, Komandan Gugus Tugas-Irak, ISIS lebih siap daripada pada tahun 2014 ketika menguasai sepertiga Irak dan merebut Mosul, kota terbesar kedua, hampir tanpa lawan.

Dia mengatakan para pejuang ISIS sekarang bersembunyi di gua-gua dan di padang pasir dan mereka tidak bisa bergerak dalam formasi besar. "Yang terbesar yang saya lihat dalam enam bulan saya di sini adalah 15," ujarnya.

Dia mengatakan para ekstremis ini muncul pada malam hari untuk melakukan serangan tabrak lari. Tetapi Irak memandang teror tumbuh dari permulaan seperti ini, dan khawatir akan datang ancaman baru di kawasan sekitarnya dan Barat. [pan]

Baca juga:
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 3-Habis)
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 2)
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 1)
Video Langka Militan ISIS di Penjara Suriah Menunggu Diadili
Kuburan Massal Berisi 643 Mayat Diduga Korban Penculikan Ditemukan di Irak
Pimpinan Militer Inggris Sebut ISIS Belum Kalah dan Peringatkan Ancaman Teror

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini