Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Buat foto palsu pendakian Gunung Everest, dua polisi India dipecat

Buat foto palsu pendakian Gunung Everest, dua polisi India dipecat Foto editan pendaki Everest. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua polisi India mengungkapkan kebohongan di depan publik yang menyebabkan mereka harus kehilangan pekerjaan. Keduanya mengklaim telah mencapai puncak Gunung Everest, yang merupakan gunung tertinggi di dunia.

"Kami memecat keduanya dari tugas melayani masyarakat pada Sabtu lalu setelah departemen selesai melakukan penyelidikan," kata komisaris polisi Pune, Sahebrao Patil, seperti dilansir dari laman Strait Times, Selasa (8/8).

"Kami menemukan bukti keduanya telah memberi informasi palsu kepada media, menipu pemerintah India dan Nepal, dan mengedit foto mereka seolah-olah mereka telah sampai di puncak Gunung Everest padahal tidak," tambahnya.

Sebelum klaim palsu itu terkuak, Kementerian Pariwisata Nepal sempat menganugerahi keduanya sertifikat pendakian pada 23 Mei 2016 lalu usai pengakuan dibuat.

Namun, karena kejelian rekan-rekan pendaki lain, terbongkarlah kebohongan pasangan suami istri ini. Pendaki lain mengungkapkan ada banyak kejanggalan di foto-foto pendakian keduanya.

Terungkapnya kasus ini membuat publik meminta agar dilakukan semacam peninjauan ulang terkait prosedur sertifikat yang saat ini hanya memiliki syarat foto dan laporan dari pemimpin tim dan petugas penghubung pemerintah yang ditempatkan di tiap base camp.

Sementara itu, menurut data resmi ada sekitar 450 pendaki gunung yang bisa mencapai puncak gunung setinggi 8.848 meter itu dari sisi Nepal selama musim pendakian di musim semi. Jumlah tersebut terus seiring dengan meningkatnya minat para pecinta alam dan menurunnya biaya pendakian. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP