Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bom di New York meledak sebelum waktunya, pelaku seorang diri

Bom di New York meledak sebelum waktunya, pelaku seorang diri Teror bom di New York. ©2017 AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Merdeka.com - Sebuah ledakan terjadi di Kota New York saat jam sibuk sekitar Pukul 7.30 waktu setempat. Bom yang disebut dibawa oleh seorang pria bernama Akayed Ullah (27) itu dikabarkan meledak sebelum waktunya di sebuah lorong yang menghubungkan kereta bawah tanah di Times Square dan Prot Authority.

Dikutip dari New York Times, Polisi setempat mengatakan, pelaku yakni Ullah asal Brooklyn sudah ditahan polisi. Kondisinya luka parah. Saat ini tengah menjalani perawatan di Bellevue Hospital Center.

Empat orang sedikitnya luka akibat bom yang dibawa oleh Ullah. Seorang pejabat senior kota yang menolak disebutkan namanya mengatakan, Ullah sedang memakai alat peledak. Bahkan usai ledakan terjadi, polisi harus melepas alat peledak yang melekat di tubuh pelaku.

Stasiun kereta bawah tanah sendiri telah dievakuasi, dan Terminal Bus Port Authority juga ditutup. Polisi meyakini, Ullah bekerja sendirian. Bahan peledak itu disebut meledak sebelum waktunya.

Dalam sebuah konferensi pers, Walikota Bill de Blasio menyebut, ledakan itu sebagai percobaan serangan teroris dan mengatakan tidak ada bahan peledak lain yang ditemukan.

"Hidup kita berputar mengelilingi kereta bawah tanah," katanya.

teror bom di new york

Teror bom di New York ©2017 AFP PHOTO/Bryan R. Smith

"Pilihan New York (sebagai target) selalu karena suatu alasan, karena kita adalah suar dunia. Dan kami menunjukkan bahwa masyarakat dengan banyak latar belakang dan kepercayaan bisa bekerja di sini," tambahnya.

Blasio mengatakan, tujuan teroris untuk membuat masyarakat New York ketakutan.

"Mereka rindu menyerang New York City," kata Blasio.

Usai ledakan terjadi, Kota New York macet parah. Otoritas Transportasi Metropolitan melaporkan bahwa perjalanan kereta api 1, 2, 3, A, C, E, N, Q, R, W dan 7 terganggu.

Komuter bawah tanah di dekat 40th Street dan 8th Avenue mulai melarikan diri setelah suara keras dan teredam terdengar di stasiun kereta bawah tanah Port Authority. Perwira polisi, petugas pemadam kebakaran dan petugas antiteror Port Authority mencoba mengevakuasi orang-orang dari stasiun bus dan sisi barat 8th Avenue saat sirene menderu.

Andre Rodriguez (62), seorang pekerja sosial di salah satu tempat penampungan kota, mengatakan bahwa ia mendengar ledakan tersebut sekitar pukul 07:30.

"Saya sedang melewati pintu putar," katanya. "Kedengarannya seperti ledakan, dan semua orang mulai berlari," kata dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP