Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bocah Thailand terjebak dalam gua mengaku menggali jalan keluar

Bocah Thailand terjebak dalam gua mengaku menggali jalan keluar tim sepak bola remaja thailand dalam jumpa pers. ©Channel News Asia

Merdeka.com - Dua belas bocah tim sepak bola Thailand dan pelatihnya hari ini menggelar jumpa pers setelah sejak pekan lalu dirawat di rumah sakit selepas keluar dari gua Tham Luang.

Dalam jumpa pers yang disiarkan televisi nasional ini mereka terlihat melambaikan tangan seraya tersenyum dan memberi salam kepada publik.

Dokter, kerabat dan teman, menyambut mereka yang mengenakan kaos bergambar babi hutan sedang menendang bola.

Di lokasi jumpa pers itu juga terlihat spanduk bertuliskan 'Mengantar pulang tim Babi Hutan'.

Awak media dan warga yang menonton di lokasi berdiri di belakang barikade ketika mereka tiba naik mobil minibus dari rumah sakit.

"Saya bilang ke teman-teman untuk terus berjuang, jangan putus asa," kata salah satu bocah itu menceritakan bagaimana kondisi mereka ketika terjebak dalam gelap di dalam gua selama lebih dari dua pekan.

Adul Sam-on, 14 tahun, mengingat momen ketika dua penyelam Inggris menemukan mereka pada 2 Juli lalu.

"Itu keajaiban. Saya harus berpikir keras sebelum menjawab pertanyaan mereka," kata Adul, seperti dilansir laman the Straits Times, Rabu (18/7).

"Waktu itu sore ketika kami mengorek-ngorek batu di atas sebuah batu besar dan kami mendengar suara."

Penemuan itu menjadi awal operasi penyelamatan yang dilakukan Angkatan Laut Thailand dan tim penyelam dari berbagai belahan dunia.

Mereka awalnya ingin bertualang di dalam kompleks gua Tham Luang selama sekitar satu jam setelah latihan sepak bola pada 23 Juni lalu. Tapi kemudian hujan deras mengguyur dan menyebabkan terowongan banjir hingga mereka terperangkap.

"Kami bergantian menggali dinding gua," kata pelatih mereka Ekkapol Chantawong. "Kami tidak mau menunggu sampai penyelamat datang."

Mereka sudah makan sebelumnya ketika memasuki gua dan hanya bertahan dengan minum tetesan air dari stalaktit.

"Saya tidak kuat. Saya mencoba tidak berpikir soal makanan supaya tidak makin lapar," kata Titan, bocah paling kecil berusia 11 tahun.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP