Belgia bekuk dua tersangka baru serangan teror di Paris
Merdeka.com - Aksi teror di Paris kini menemui babak baru. Aparat keamanan Belgia membekuk dua tersangka, mereka diduga terkait dengan teror Paris, di mana dalam peristiwa itu telah menewaskan 130 orang.
Kedua tersangka tersebut adalah seorang pria dan wanita, yakni Farid K serta Meryem EB. Mereka diduga membantu Khalid El Bakraoui untuk mempersiapkan penyerangan di Paris, Jumat (13/11/2015) lalu.
"Para tersangka diketahui membantu Khalid El Bakraoui dengan memberikan dokumen palsu yang dipakai selama persiapan serangan teror di Paris," ujar seorang jaksa, demikian dilansir harian The Sun, Kamis (12/1).
Tak hanya terlibat dalam serangan di Paris, Khalid juga merupakan satu dari tiga pelaku bom bunuh diri di Bandara Brussel, Selasa (22/3/2016) lalu. Khalid menyewa sebuah apartemen dengan nama palsu di kota saat aparat kepolisian tengah memburu dan menembak mati Salah Abdeslam, beberapa hari sebelum serangan Brussel.
Gelombang serangan di Paris berlangsung selama dua jam. 89 Orang yang sedang menyaksikan konser tewas terbunuh sesaat setelah tiga pria bersenjata menyerbu di gedung theater Bataclan. Para pelaku teror itu juga menyandera sebanyak 60–100 penonton.
Tiga lainnya terbunuh dalam dua serangan bom bunuh diri di Stade de France, saat Timnas Prancis tengah bertanding melawan Jerman. Lusinan orang lainnya juga tewas dalam serangan lainnya di sebuah restoran.
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. ISIS menyebut serangan itu sebagai 'keajaiban'.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya