Aturan Buat Perempuan Makin Longgar, Arab Saudi Menuju Negara Liberal?

Selasa, 15 Oktober 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Aturan Buat Perempuan Makin Longgar, Arab Saudi Menuju Negara Liberal? Perempuan Arab Saudi. ©www.lovehabibi.com

Merdeka.com - Arab Saudi semakin melonggarkan aturan-aturan bagi kaum perempuan. Hal itu dilakukan semenjak Pangeran Muhammad bin Salman berniat membentuk Arab Saudi menjadi negara moderat pada tahun 2030 nanti. Artinya membuat masyarakat konservatif secara umum 'sedikit' lebih liberal ketimbang Saudi beberapa dekade silam.

Berikut aturan-aturan yang dilonggarkan Pemerintah Arab Saudi untuk para perempuan:

1 dari 4 halaman

Melawan Aturan Memakai Abaya

Sekelompok wanita Arab Saudi menolak penggunaan abaya serba hitam sebagai bentuk melawan aturan berpakaian yang diberlakukan negara. Upaya ini menjadi aksi lanjutan dari gerakan protes di media sosial, tahun lalu. Aksi yang dikenal dengan tagar #Abaya_InsideOut itu didukung oleh aktivis hak perempuan.

Salah seorang wanita Saudi yang berani melawan aturan berpakaian itu adalah Mashael al-Jaloud. Di sebuah mal di pusat Kota Riyadh, Jaloud berjalan dalam balutan busana bernuansa oranye dan putih.

Wanita 33 tahun itu membiarkan rambut panjangnya terurai. Tanpa jilbab ataupun niqab menutupi rambut dan wajahnya, Al Araby mengabarkan.

"Saya hanya ingin hidup seperti yang saya inginkan. Bebas dan tanpa batasan. Tidak ada yang harus memaksa saya mengenakan sesuatu yang tidak saya inginkan," jelasnya. Penggunaan abaya tidak berkaitan dengan agama.

2 dari 4 halaman

Cabut Aturan Wanita Harus Izin Pria Jika Bepergian

Pemerintah Arab Saudi mencabut aturan wanita harus mendapat dari pria jika ingin bepergian ke luar negeri. Keputusan ini juga sekaligus mengakhiri masalah mengenai sistem perwalian Saudi. Rencananya keputusan ini dilakukan tahun ini.

Keputusan pencabutan peraturan dilakukan setelah aplikasi pengontrol istri buatan pemerintah Arab Saudi dikecam masyarakat.

Aplikasi bernama Absher itu sebenarnya berfungsi sebagai alat pengontrol. Jadi para pria bisa mengontrol istri atau kerabat mereka melalui smartphone. Masyarakat meminta aplikasi tersebut dihapus dari Google Play Store dan App Store pada Apple.

Selama peraturan ini masih berlaku, wanita harus meminta izin dari wali laki-laki untuk menikah, bekerja bahkan bepergian ke luar negeri. Namun, peraturan yang akan dihapus adalah izin bepergian saja.

3 dari 4 halaman

Wanita Diperbolehkan Ikut Militer

Pemerintah Arab Saudi mulai mengizinkan perempuan menjadi seorang tentara. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di kerajaan.

Nantinya, bagi perempuan yang tertarik menjadi tentara bisa mengabdi dengan pangkat kelas satu, kopral ataupun sersan.

"Langkah lain untuk pemberdayaan," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

4 dari 4 halaman

Bolehkan Pasangan Turis Belum Menikah Menginap Satu Kamar di Hotel

Arab Saudi mencabut beberapa larangan pada kaum perempuan yang sedang bepergian di Negeri Petro Dolar itu. Kini ada aturan baru di Arab Saudi yang memungkinkan wanita untuk menyewa kamar hotel tanpa disertai wali pria, dan turis pria bersama wanita bukan muhrimnya dapat menginap dalam satu kamar tanpa bukti pernikahan.

Otoritas pariwisata Saudi mengatakan, pelonggaran peraturan ketat yang mengatur interaksi sosial terjadi setelah Riyadh meluncurkan skema visa turis pertamanya. Pelonggaran itu sebagai bagian dari upaya untuk membuka negara bagi pengunjung asing dan mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak.

[dan]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini