AS Akan Evakuasi Warganya dari Wuhan dengan Pesawat Sewaan

Senin, 27 Januari 2020 17:25 Reporter : Merdeka
AS Akan Evakuasi Warganya dari Wuhan dengan Pesawat Sewaan Pasar Ikan di Wuhan. ©HECTOR RETAMAL/AFP

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan dengan pesawat sewaan.

Sebuah pemberitahuan dari Kedutaan Besar AS di Beijing mengatakan, akan ada kapasitas terbatas untuk mengangkut warga Amerika pada penerbangan Selasa 28 Januari dari Wuhan yang akan dilanjutkan langsung ke San Francisco. Dikatakan bahwa dalam evakuasi tersebut tidak ada cukup kursi, prioritas akan diberikan kepada individu "yang berisiko lebih besar terpapar virus corona," seperti dilansir AP, Minggu (26/1).

Presiden China Xi Jinping sebelumnya menyebut wabah ini sebagai situasi yang serius. Pemerintah China langsung meningkatkan upaya untuk membatasi perjalanan dan pertemuan publik serta mengirim staf medis dan pasokan obat ke Wuhan.

Siapa pun yang bepergian dari Wuhan, saat ini harus mendaftar ke pos kesehatan masyarakat dan mengarantina diri di rumah selama 14 hari, menurut perintah dari Komisi Kesehatan Nasional.

1 dari 2 halaman

Pemerintah juga melaporkan lima kasus di Hong Kong, dua di Makau dan tiga di Taiwan. Sejumlah kecil kasus telah ditemukan di Thailand, Jepang, Korea Selatan, A.S., Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Prancis dan Australia.

Kanada mengatakan menemukan kasus infeksi virus corona pertamanya, pria berusia 50-an yang baru-baru ini terbang dari Wuhan ke Guangzhou, Cina, dan kemudian ke Toronto.

Konsulat Prancis juga mempertimbangkan evakuasi warga negaranya dari kota. Mereka sedang berupaya mengatur layanan bus untuk membantu warga Prancis meninggalkan Wuhan.

Produsen mobil Prancis PSA Group mengatakan akan mengevakuasi karyawannya dari Wuhan, mengkarantina mereka dan kemudian membawa mereka ke Prancis. Kementerian Luar Negeri mengatakan sedang bekerja pada "opsi akhirnya" untuk mengevakuasi warga Prancis dari Wuhan "yang ingin pergi."

2 dari 2 halaman

Larangan berkendara

Seorang mahasiswa Ethiopia di Wuhan mengatakan kepada The Associated Press bahwa semakin sulit untuk membeli makanan dan situasinya semakin memburuk.

"Ada lebih dari 100 siswa Ethiopia yang belajar di Wuhan, dan 300 di provinsi Hubei," kata siswa itu, yang tidak ingin diketahui identitasnya. "Kami takut bakal sakit. Sekolah kami tidak mengatur apa pun ... (selain) memberi kami masker."

Di jantung wabah di mana 11 juta penduduk sudah terkunci, Wuhan melarang sebagian besar penggunaan kendaraan, termasuk mobil pribadi, di pusat kota mulai hari Minggu kemarin. Kota akan menugaskan 6.000 taksi ke lingkungan untuk membantu orang-orang berkeliling jika mereka perlu.

Wuhan berencana membangun rumah sakit darurat kedua dengan sekitar 1.000 tempat tidur untuk menangani meningkatnya jumlah pasien.

Reporter: Raden Trimutia Hatta

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
China Desak Pembawa Acara TV yang Makan Sup Kelelawar Minta Maaf
Waspada Virus Corona, Jokowi Siapkan 100 Rumah Sakit dengan Ruang Isolasi
Meski Ramai Virus Corona, Pemerintah Tak Larang Warga China Masuk Indonesia
Jokowi: Belum Ada Indikasi Penyebaran Virus Corona di Indonesia
Tips Sederhana Agar Terhindar dari Virus Corona
China Perpanjang Libur Imlek, Korban Meninggal Virus Corona Jadi 80 Orang
Benarkah Konsumsi Kelelawar jadi Penyebab Munculnya Virus Corona?

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini