Arkeolog Akhirnya Temukan Kota Emas yang Hilang di Mesir, Terkubur di Bawah Pasir Selama 3.000 Tahun

Kota Emas yang Hilang di Mesir, ditemukan di dekat Luxor, memberikan wawasan baru tentang kehidupan di zaman Firaun Amenhotep III.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Arkeolog Akhirnya Temukan Kota Emas yang Hilang di Mesir, Terkubur di Bawah Pasir Selama 3.000 Tahun
Arkeolog Akhirnya Temukan Kota Emas yang Hilang di Mesir, Terkubur di Bawah Pasir Selama 3.000 Tahun (Merdeka.com)

Penemuan arkeologis yang mengguncang dunia terjadi di Mesir dengan ditemukannya 'Kota Emas yang Hilang', juga dikenal sebagai Aten. Kota ini terletak dekat Luxor dan terkubur di bawah pasir selama lebih dari 3.000 tahun.

Pengumuman penemuan ini dilakukan pada April 2021 oleh tim arkeolog yang dipimpin oleh Zahi Hawass. Penemuan ini dianggap sebagai salah satu yang terpenting dalam beberapa dekade terakhir, memberikan wawasan baru tentang kehidupan dan struktur pemerintahan di Mesir kuno.

Kota Aten diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Firaun Amenhotep III, yang memerintah antara tahun 1391 hingga 1353 SM. Kota ini terus digunakan hingga masa pemerintahan Tutankhamun dan Ay, menjadikannya berusia sekitar 3.000 tahun. Lokasi penemuan yang berdekatan dengan Lembah Para Raja menambah nilai historis dari kota ini, yang merupakan pusat administrasi dan industri terbesar pada masanya.

Dalam penemuan ini, kondisi kota ditemukan dalam keadaan yang relatif baik. Dinding-dinding bangunan masih utuh dan ruangan-ruangan di dalamnya dipenuhi dengan peralatan rumah tangga. Hal ini menunjukkan tingkat pelestarian yang luar biasa dan memberikan gambaran jelas tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Mesir kuno.

Zahi Hawass menyatakan, "Kota ini adalah penemuan terpenting sejak makam Tutankhamun, dan memberikan wawasan yang berharga tentang kehidupan di Mesir kuno."

Berikut adalah beberapa fakta menarik terkait penemuan Kota Emas yang Hilang:

  1. Lokasi: Kota ini ditemukan di dekat Luxor, Mesir, yang terkenal dengan situs-situs arkeologisnya.
  2. Usia: Kota ini diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Firaun Amenhotep III dan digunakan hingga era Tutankhamun.
  3. Kondisi: Ditemukan dalam kondisi baik, dengan banyak struktur dan artefak yang terpelihara.
  4. Pentingnya: Dianggap sebagai penemuan arkeologis terpenting dalam beberapa dekade terakhir.
  5. Artefak: Penggalian menghasilkan sekitar 2000 artefak, termasuk cincin, tembikar berwarna, dan batu bata lumpur.
  6. Fungsi: Berfungsi sebagai pusat administrasi dan industri terbesar di kerajaan Mesir pada masa itu.
  7. Nama Lain: Selain 'Kota Emas yang Hilang', kota ini juga dikenal sebagai 'The Rise of Aten'.

Artefak yang ditemukan di lokasi ini mencakup berbagai barang yang memberikan wawasan baru tentang kebudayaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Mesir kuno. Artefak seperti cincin, tembikar berwarna, dan kumbang scarab menunjukkan keragaman dan kompleksitas kehidupan sosial pada masa itu. Salah satu artefak yang paling menarik adalah batu bata lumpur dengan segel yang bertuliskan nama Amenhotep III, yang menegaskan legitimasi dan kekuasaan Firaun pada masa itu.

Kota Aten tidak hanya memberikan informasi mengenai kehidupan sehari-hari, tetapi juga mengenai struktur sosial dan perkembangan politik di Mesir kuno. Penemuan ini menunjukkan potensi besar untuk penemuan-penemuan arkeologi lebih lanjut di daerah tersebut, yang sebelumnya dianggap telah dieksplorasi sepenuhnya.

Hawass menambahkan, "Kami percaya bahwa masih banyak yang bisa ditemukan di sekitar daerah ini, dan kami akan terus melakukan penggalian untuk mengungkap lebih banyak misteri Mesir kuno."

Rekomendasi