Akankah Militer China Turun Tangan Atasi Protes Hong Kong yang Kian Berlarut-larut?

Jumat, 2 Agustus 2019 07:09 Reporter : Hari Ariyanti
Akankah Militer China Turun Tangan Atasi Protes Hong Kong yang Kian Berlarut-larut? tentara china. ©AFP

Merdeka.com - Pimpinan militer China di Hong Kong angkat bicara untuk pertama kalinya terkait unjuk rasa Hong Kong, mengatakan kerusuhan telah sangat mengancam kehidupan dan keselamatan orang-orang dan tidak boleh ditoleransi.

Komandan Garnisun Tentara Pembebasan Rakyat di Hong Kong Chen Daoxiang memperingatkan bahwa mereka ditugaskan untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, stabilitas dan kemakmuran Hong Kong. Demikian dilansir dari The Guardian, Kamis (1/8).

Peringatan itu disampaikan Chen Daoxiang pada Rabu kemarin dalam acara resepsi perayaan HUT ke-92 tahun Tentara Pembebasan Rakyat. Pernyataan itu disampaikan setelah 43 pengunjuk rasa didakwa melakukan kerusuhan dan dibebaskan dengan jaminan. Beberapa dari mereka yang didakwa berumur 16 tahun dan termasuk seorang pilot Cathay Pacific.

Pimpinan Tentara Pembebasan Rakyat juga memberikan dukungannya kepada pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, juga kepada kepolisian Hong Kong karena dinilai telah menegakkan hukum dengan tegas.

Dalam acara tersebut, Tentara Pembebasan Rakyat merilis video dramatis yang menampilkan militer. Dalam satu adegan, latihan anti huru hara diperlihatkan di mana barisan tentara berbaris memegang perisai huru-hara maju dan menembaki warga yang melarikan diri. Adegan itu termasuk rekaman tank, meriam air, dan warga yang diborgol kemudian dibawa.

Seorang tentara terlihat berteriak dalam bahasa Kanton, bahasa yang digunakan di Hong Kong dan bukan di daratan China: "Semua konsekuensi adalah risiko Anda sendiri."

Intervensi pimpinan militer China ini muncul ketika kepala eksekutif pertama Hong Kong, Tung Chee-hwa, menuduh AS dan Taiwan merancang unjuk rasa. Tung mengklaim politisi asing dan pasukan anti-China dengan motif tersembunyi bekerja untuk menghasut ketakutan rakyat Hong Kong dan merusak hubungan antara China daratan dan Hong Kong. Dia memperingatkan orang-orang Hong Kong agar jangan mau dimanfaatkan.

demonstran duduki gedung parlemen hong kong

©REUTERS/Tyrone Siu

Tung, yang adalah wakil ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, juga memberikan dukungannya kepada pihak berwenang Hong Kong dalam membela aturan hukum dan mengambil langkah tegas untuk memulihkan ketertiban sosial, menambahkan bahwa mereka telah mendengar suara publik.

Pernyataan ketua PLA dan Tung menegaskan kembali posisi Beijing dan retorika yang digunakannya selama protes dengan dukungan dari otoritas Hong Kong, klaim bahwa pasukan asing ikut campur, dan mengutuk protes yang semakin keras.

Pernyataan pimpinan Tentara Pembebasan Rakyat dinilai dapat memicu kekhawatiran tentara China akan turun tangan mengatasi unjuk rasa. Pekan lalu, seorang pejabat dari Kementerian Pertahanan China mengatakan Beijing dapat melakukan intervensi secara hukum jika pemerintah Hong Kong meminta bantuan dalam menjaga ketertiban sosial.

Bloomberg melaporkan, seorang pejabat senior AS mengatakan Gedung Putih sedang memantau kongregasi pasukan China di perbatasan Hong Kong. Seorang pengamat mengatakan mungkin saja mereka hanya mengamati upacara pengambilan sumpah oleh polisi.

"Komentar Tentara Pembebasan Rakyat adalah bagian dari perang psikologis melawan Hong Kong," kata Andreas Fulda, seorang peneliti China di Universitas Nottingham, menambahkan bahwa ia percaya bahwa sangat tidak mungkin tentara China akan campur tangan untuk menghindari konflik bersenjata perkotaan yang berlarut-larut.

"Setiap gelar militer di Hong Kong juga akan menimbulkan perselisihan internal di dalam Partai Komunis China," katanya, seraya menambahkan kota tersebut merupakan pusat keuangan penting bagi partai tersebut.

Hong Kong dilanda unjuk rasa selama delapan pekan terakhir, yang dipicu usulan RUU ekstradisi yang akan memungkinkan tersangka dikirim ke China daratan. Kemarahan publik telah meningkat atas penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi, yang sedang diselidiki oleh pengawas korupsi kota karena tuduhan gagal melindungi publik ketika preman bertopeng menyerang pengunjuk rasa awal bulan Juli di Yuen Long.

Ada protes yang direncanakan untuk dua pekan ke depan. Akhir pekan ini, pegawai negeri sipil telah merencanakan unjuk rasa damai pada Jumat, sementara pawai telah dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu di seluruh wilayah. Pemogokan umum di seluruh kota diserukan pada Senin, didukung oleh Konfederasi Serikat Buruh Hong Kong. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini