Ahli PBB Pimpin Penyelidikan Kasus Pembunuhan Khashoggi

Jumat, 25 Januari 2019 18:26 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ahli PBB Pimpin Penyelidikan Kasus Pembunuhan Khashoggi Aksi demo Jamal Khashoggi di Kedubes Arab Saudi. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Penyelidik independen Perserikatan Bangsa-Bangsa akan melawat ke Turki pekan depan untuk memimpin penyelidikan internasional kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Kahsoggi.

"Saya akan memimpin penyelidikan independen internasional dalam kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, mengawali dengan kunjungan ke Turki pada 28 Januari hingga 3 Februari 2018," kata penyelidik independen PBB Agnes Callamard kepada kantor berita Reuters kemarin, seperti dikutip laman Al Araby, Jumat (25/1).

Callamard akan mengevaluasi situasi kondisi di seputar insiden pembunuhan Khashoggi dan menyelidiki 'keterlibatan negara dan sejumlah individu yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu'.

Hasil temuan dan rekomendasinya nanti akan dilaporkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB Juni 2019 nanti.

Penyelidikan ini dilakukan atas permintaan Callamard dan dia akan dibantu tiga ahli lainnya, termasuk ahli forensik.

Belum diketahui apakah tim penyelidik ini akan mengajukan akses penyelidikan kepada Arab Saudi.

Namun Kepala Human Rights Watch, Kenneth Roth, mengatakan kepada kantor berita AFP di Davos, Siwss, seperti halnya para ahli yang lain, Callamard bekerja secara independen dan tanpa digaji, dia pun tidak berbicara atas nama PBB.

"Saat ini kita menemui jalan buntu dalam kasus Khashoggi. Ada banyak bukti yang mengarah bahwa pembunuhan ini diperintahkan oleh Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman," kata Roth.

"Langkah selanjutnya yang kita butuhkan adalah penyelidikan PBB. Tapi Sekretaris Jenderal Antonio Guterres sangat menghindari langkah ini karena dia tidak ingin menyinggung Saudi."

Kasus pembunuhan Khashoggi menjadi sorotan internasional sejak peristiwa itu terjadai 2 Oktober lalu di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Khashoggi dikenal sebagai pengkritik Kerajaan Saudi, terutama Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Dia dibunuh oleh sejumlah orang di dalam konsulat dan mayatnya hingga kini belum ditemukan.

Setelah beberapa pekan menyangkal, Saudi akhirnya mengakui Khashoggi memang dibunuh. Sejumlah bukti kemudian dipublikasikan oleh pihak Turki dan para pelaku diketahui punya hubungan dekat dengan Pangeran MBS. Dunia internasional pun kemudian menuntut ada penyelidikan. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini