Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Abu Sayyaf bebaskan sandera asal Norwegia

Abu Sayyaf bebaskan sandera asal Norwegia Kjartan Sekkingstad dibebaskan Abu Sayyaf. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelompok militan Islam Abu Sayyaf kemarin, Sabtu, membebaskan seorang sandera asal Norwegia, Kjartan Sekkingstad. Pria ini akhirnya bebas setelah disandera sejak September tahun lalu.

Sekkingstad merupakan manajer sebuah resor mewah di Pulau Samal di Davao del Norte. Pria Norwegia ini disandera bersama dengan dua warga Kanada dan seorang penduduk lokal.

Setelah dibebaskan, Sekkingstad mengucapkan terima kasih kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

"Terima kasih kepada Presiden Duterte," ucapnya Sekkingstad, dikutip dari pernyataan penasihat perdamaian kepresidenan Filipina Jesus Dureza.

Sementara itu, Channel News Asia, Minggu (18/9) melaporkan, Abu Sayyaf menyebutkan Sekkingstad ditahan di Kota Patikul di Kepulauan Sulu. Dia kini berada dalam lindungan Nur Misuari, pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) di wilayah Jolo.

Juru Bicara Militer Komando Mindanao Barat Mayor Filemon Tan, mengatakan, pembebasan Sekkingstad adalah hasil intens operasi militer terhadap Abu Sayyaf. Tan juga menyebutkan MNLF membantu pemerintah dalam membebaskan pria Norwegia tersebut.

Sekkingstad sendiri sebenarnya direncanakan akan bertemu dengan Duterte kemarin, sayangnya pertemuan tersebut gagal karena cuaca buruk.

Sementara itu, di Oslo, pemerintah menyambut pembebasan Sekkingstad dengan gembira. Namun, mereka masih berhati-hati sebab warga negara Norwegia sendiri masih belum berada di tangan pemerintah Filipina.

"Kami masih bekerja dan tidak akan terlalu bersukacita sampai Sekkingstad aman bersama dengan otoritas Filipina," ucap Menteri Luar Negeri Norwegia, Boerge Brende dalam pernyataan tertulis.

"Kami terus mengikuti situasi ini dengan cermat dan terus bekerja sama dengan otoritas Filipina untuk membawa Sekkingstad dengan selamat," lanjut dia.

Abu Sayyaf sudah memenggal dua warga Kanada yang disandera bersama dengan Sekkingstad. Hal ini membuat pemerintah Norwegia khawatir dengan keselamatan warganya.

Kelompok Abu Sayyaf awalnya meminta tebusan kepada masing-masing sandera sebesar 1 miliar Peso. Namun, hingga pemenggalan dua warga Kanada, permintaan tebusan mereka berkurang hingga menjadi 300 juta Peso.

Selain itu, masih ada setidaknya sembilan warga negara Indonesia yang juga disandera kelompok Abu Sayyaf. Mereka merupakan para anak buah kapal yang tengah berlayar di wilayah perairan 'jalur tengkorak', selatan Filipina. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP