Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

122 Pelajar Indonesia ditipu sindikat pengirim calon mahasiswa Al Azhar Kairo

122 Pelajar Indonesia ditipu sindikat pengirim calon mahasiswa Al Azhar Kairo

Merdeka.com - Sebanyak 122 pelajar Indonesia menjadi korban penipuan sindikat pengirim calon mahasiswa Al Azhar di Kairo, Mesir. Mereka dilaporkan menyerahkan sejumlah uang dan dijanjikan masuk ke universitas tersebut tanpa serangkaian tes yang seharusnya dijalani.

Namun kini, mereka dibiarkan terombang-ambing tanpa kejelasan akan nasib mereka di Negeri Piramida.

"Ini mengenai kasus pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Al Azhar. Jadi, ada 122 pelajar yang masuk ke Kairo tanpa prosedur, artinya mereka berangkat tanpa melalui seleksi dari Kementerian Agama dan tidak mendapat ijazah lulus masuk ke Al Azhar," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

"Mereka diberangkatkan oleh sindikat pengirim pelajar yang merupakan WNI di Indonesia bekerja sama dengan WNI di Mesir," lanjut Iqbal.

Kasus pelajar korban penipuan itu pertama kali terbongkar saat mereka melakukan demonstrasi di KBRI menuntut diberikan ijazah kelulusan masuk ke Al Azhar.

"Mereka menggelar demo di KBRI dan meminta ijazah kelulusan. Namun, secara moral kan tidak bisa berikan. Mereka mengaku sudah membayar Rp 20-25 juta yang termasuk tiket penerbangan, biaya asrama, dan dipastikan diterima di Al Azhar," jelas Iqbal.

Pemerintah berupaya mencarikan solusi bagi para pelajar tersebut agar proses pendidikan mereka bisa dilanjutkan. Oleh karena itu, dilakukan pertemuan antara perwakilan dari kedua negara untuk membahas mengenai cara terbaik dalam menyikapi masalah ini.

"Tanggal 17 Februari kemarin, Kemenlu sudah memfasilitasi pertemuan antara pihak Kemlu, wakil dari dubes di Kairo, wakil dari kementerian pendidikan dan kebudayaan, wakil dari kementerian agama, dan wakil dari asosiasi alumni Al Azhar di Indonesia. Rencananya, pertengahan Maret kami akan melakukan tes terhadap 122 orang tersebut sehingga ijazah lulus tes bahasa bisa dikeluarkan. Itu yang diperlukan agar Al Azhar bisa menerima pendaftaran mereka," pungkasnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP