10 Bukti Global Warming adalah ulah manusia

Sabtu, 31 Maret 2012 14:30 Reporter : Kun Sila Ananda
10 Bukti Global Warming adalah ulah manusia Suhu bumi yang semakin tinggi ©whataretheywaitingfor.com

Merdeka.com - Isu Global Warming sudah sangat familiar untuk masyarakat dunia, begitu juga dengan kita. Manusia ditengarai menjadi tersangka utama dalam masalah ini. Tidak percaya? Planetsave.com memberikan bukti-bukti sebagai berikut:


1. Adanya peningkatan CO2 di udara yang diikuti oleh meningkatnya suhu global. Apa penyebab CO2 bertambah? Mungkin Anda tahu bahwa kurangnya tanaman hijau dan banyaknya hutan gundul dan terbakar bisa menyebabkan hal ini.

2. Jenis karbon yang ada di udara dan atmosfer diketahui adalah karbon dari pembakaran bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil antara lain minyak bumi, batu bara, dan gas alam adalah bahan bakar yang sudah wajar kita gunakan saat ini. Bertambahnya kendaraan, penggunaan energi yang berlebihan di rumah-rumah juga bisa menyebabkannya.

3. Lalu, apa dampak pembakaran bahan fosil ke udara? Pembakaran bahan bakar fosil membuat kadar oksigen di udara berkurang.

4. Pengukuran terumbu karang selama ratusan tahun menunjukkan kenaikan tajam karbon dari bahan bakar fosil di dalam air, yang cocok dengan pembakaran bahan bakar fosil meningkat oleh manusia dalam beberapa tahun terakhir. Pembakaran bahan bakar fosil juga berimbas pada keadaan air dan lautan. Dampaknya, suhu laut di bumi telah meningkat selama 40 tahun belakangan ini.

5. Banyaknya CO2 di udara juga berimbas pada meningkatnya suhu ketika musim dingin. Musim dingin berlangsung lebih cepat dalam waktu yang lebih singkat juga. Udara di musim dingin juga menghangat.

6. CO2 dan karbon dari pembakaran fosil yang meningkat mempengaruhi iklim dunia. Satelit melihat adanya panas yang tidak dilepaskan ke luar angkasa.

7. Apa kaitan CO2 dengan panas udara? Panas yang tidak dilepaskan ke luar angkasa adalah tanda bahwa panas dikirim kembali ke Bumi. Dan, khususnya, melalui gelombang CO2. Semakin banyaknya CO2 yang berada di udara dan atmosfer bumi, maka makin banyak pula panas yang kembali diserap oleh bumi. Ini adalah bukti eksperimental adanya hubungan antara peningkatan gas rumah kaca (CO2) di atmosfer dan pemanasan global.

8. Suhu bumi menghangat pada malam hari karena efek rumah kaca. Seharusnya bumi menjadi hangat ketika siang hari dan mendingin pada malam hari. Adanya gas rumah kaca (CO2) yang banyak di udara membuat pelepasan panas menjadi lama, sehingga malam hari bumi masih tetap hangat.

9. Satelit mendapati bukti bahwa atmosfer bagian atas (stratosfer) yang seharusnya menjadi tempat panas dilepaskan tetap dingin.

10. Bukti terakhir adalah data yang juga didapatkan dari satelit. Pada tropopause, batas antara bagian atas atmosfer (stratosfer) dan atmosfer yang lebih rendah (troposfer), jumlah udara panas meningkat. Ini berarti bahwa panas terperangkap pada atmosfer bagian bawah dan tidak bisa lepas dari permukaan bumi. [kun]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini