Hipotermia adalah kondisi medis yang dapat mengancam nyawa. Suhu tubuh inti seseorang bisa turun di bawah 35 derajat Celcius, jauh dari rentang normal antara 36,5 hingga 37,3 derajat Celcius. Fenomena ini terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan dengan kemampuannya untuk memproduksi panas.
Menurut berbagai sumber, terdapat banyak penyebab hipotermia, mulai dari paparan suhu dingin yang ekstrem hingga kondisi medis tertentu. Setiap orang dapat mengalami hipotermia kapan saja dan di mana saja, sehingga penting untuk memahami cara mencegah dan mengatasi kondisi ini.
Paparan suhu dingin yang ekstrem, baik dari udara maupun air, merupakan penyebab utama terjadinya hipotermia. Selain itu, pakaian yang tidak memadai atau kondisi basah yang berkepanjangan dapat memperburuk situasi. Selain faktor lingkungan, beberapa kondisi medis seperti hipotiroidisme, diabetes, dan penggunaan obat tertentu juga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotermia.
Bayi, balita, dan orang lanjut usia adalah kelompok yang lebih rentan terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki kewaspadaan dan pengetahuan mengenai hipotermia agar dapat menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan.
Gejala hipotermia dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Pada tahap yang ringan (32-35°C), gejala yang muncul meliputi menggigil, kulit yang dingin dan pucat, serta rasa mengantuk. Namun, pada tahap yang lebih serius (28-32°C), kondisi dapat memburuk dengan munculnya inkontinensia urine dan penurunan kesadaran.
Jika suhu tubuh turun di bawah 28°C, maka hipotermia berat terjadi, ditandai dengan hilangnya kesadaran dan bahkan risiko henti jantung. Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala tersebut, Dilansir Merdeka.com Rabu,(5/3/2025).
Advertisement
Gejala hipotermia dapat berbeda-beda tergantung pada seberapa parah kondisinya, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Berikut adalah tanda-tanda dan gejala hipotermia yang dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahannya:
Hipotermia Ringan (suhu tubuh 32--35°C):
- Mengalami menggigil
- Kulit terasa dingin saat disentuh
- Kulit tampak pucat
- Merasa mati rasa
- Pernapasan menjadi cepat
- Merasa mengantuk.
- Detak jantung meningkat (takikardia)
- Respons tubuh menurun
- Refleks gerakan berkurang
- Rasa lelah yang berlebihan
- Tekanan darah cenderung meningkat
- Koordinasi tubuh terganggu
Hipotermia Sedang (suhu tubuh 28--32°C):
- Kesadaran mulai berkurang
- Tidak lagi merasakan menggigil
- Tekanan darah mulai turun
- Pernapasan menjadi lebih lambat
- Detak jantung melambat (bradikardia)
- Kesulitan menahan kencing (inkontinensia urine)
- Pupil mata melebar
- Kehilangan refleks tubuh
- Kulit tampak kebiruan (sianosis)
- Kesulitan dalam berbicara
Hipotermia Berat (suhu tubuh di bawah 28°C):
- Kesadaran dan respons hilang sepenuhnya
- Otot menjadi tegang
- Mata tidak bisa merespons cahaya
- Detak jantung melambat dan menjadi tidak teratur
- Kesulitan bernapas
- Terdapat edema paru
- Risiko henti jantung
- Otot menjadi kaku
- Tidak ada respons dari tubuh
- Bradikardia semakin parah
- Pernapasan dan denyut nadi sangat lemah
- Bisa mengalami pingsan
- Adanya cairan di paru-paru
- Dalam keadaan koma
- Berpotensi mengalami kematian
Advertisement
Penanganan hipotermia harus dilakukan dengan cepat dan akurat. Untuk itu, segera pindahkan korban ke lokasi yang hangat dan kering dengan hati-hati, serta hindari gerakan yang berlebihan. Gantilah pakaian yang basah dengan yang kering dan hangat, kemudian selimuti tubuh korban menggunakan selimut atau mantel tebal.
Berikan minuman hangat (hindari alkohol dan kafein) serta kompres hangat pada area leher, dada, dan selangkangan. Penting untuk tidak menggunakan sumber panas langsung agar tidak menyebabkan luka bakar. Segera hubungi layanan medis darurat untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, pastikan untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca, berlapis-lapis, dan tahan air jika diperlukan. Hindarilah paparan suhu dingin yang berkepanjangan, jaga agar tubuh tetap kering, dan carilah tempat berlindung jika Anda berada di luar ruangan dalam cuaca dingin.
Dengan demikian, Anda dapat mengurangi risiko terkena hipotermia. Kesimpulannya, hipotermia adalah kondisi yang serius dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab, gejala, dan cara penanganan hipotermia sangat penting untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini.