Beramal dengan Terbuka atau Sembunyi-sembunyi? Simak Nasihat Gus Baha

Gus Baha menjelaskan bahwa menurut Imam Ghazali, amal bisa ditunjukkan jika memberi contoh, seperti cara Rasulullah mengajarkan sholat.

Liputan6.com
Oleh Liputan6.com - Reporter
Beramal dengan Terbuka atau Sembunyi-sembunyi? Simak Nasihat Gus Baha
Ilustrasi/copyright shutterstock.com (© 2025 Liputan6.com)

Dalam beramal, muncul perdebatan apakah lebih baik dilakukan secara terbuka atau tersembunyi. Sebagian orang meyakini amal yang dirahasiakan lebih utama, sementara yang lain menilai amal yang terlihat dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Gus Baha menjelaskan bahwa jika seseorang bisa menghindari sifat riya, menunjukkan amal justru lebih baik agar kebaikan lebih tersebar luas.

Beberapa orang terlalu menekankan konsep khumul, yaitu menyembunyikan amal untuk menjaga keikhlasan. Namun, Imam Ghazali berpendapat bahwa dalam kondisi tertentu, amal perlu diperlihatkan agar menjadi teladan. Salah satu contohnya adalah bagaimana Rasulullah mengajarkan sholat secara terbuka kepada para sahabat agar mereka dapat menirunya dengan benar.

Gus Baha mencontohkan bahwa seorang nabi harus mengumumkan kenabiannya agar diikuti umatnya. Jika Rasulullah menyembunyikan sholatnya, para sahabat akan kebingungan dalam menjalankan ibadah. Oleh karena itu, dalam beberapa situasi, menunjukkan amal justru menjadi bagian dari dakwah dan pembelajaran, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (5/2/2025).

Menampakkan atau Menyembunyikan Amal? Ini Penjelasan Gus Baha

gus baha 23
Gus Baha (TikTok) @ 2024 merdeka.com

Gus Baha menekankan bahwa yang paling penting dalam beramal adalah menjaga niat agar tetap lurus. Jika amal dilakukan dengan niat tulus untuk menyebarkan kebaikan dan memberi contoh, maka itu lebih baik dibandingkan menyembunyikan amal yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Beliau juga mengingatkan bahwa Islam tidak melarang seseorang untuk menampakkan amal, selama tidak ada unsur riya atau keinginan untuk dipuji. "Yang penting, niatnya benar. Jangan sampai amal baik justru menjadi dosa karena ingin pamer," ujar Gus Baha dalam ceramahnya.

Dengan demikian, amal yang ditunjukkan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, seperti halnya Rasulullah yang memperlihatkan ibadahnya agar bisa diikuti umat. Namun, seseorang harus tetap berhati-hati agar amal tersebut tidak berubah menjadi ajang mencari pengakuan semata.

Pertimbangkan dengan Hati-Hati Sebelum Membuat Keputusan

Kalimat Terakhir Menjelang Ajal, Jangan Berdoa! Cukup Dzikir Ini Kata Gus Baha
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (TikTok) © 2025 Liputan6.com

Dalam Al-Qur'an, terdapat banyak ayat yang mendorong umat untuk menyebarkan kebaikan serta saling mengingatkan dalam hal-hal yang baik. Ini menunjukkan bahwa tindakan baik yang terlihat memiliki nilai penting.

Sebaliknya, ada amal yang lebih baik dilakukan secara rahasia, seperti sedekah. Allah memberikan pujian kepada orang yang bersedekah tanpa diketahui oleh orang lain, karena hal tersebut lebih menjaga keikhlasan. Dalam surat Al-Baqarah ayat 271, Allah berfirman:

"Jika kamu menampakkan sedekah, itu baik. Tetapi jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada fakir miskin, itu lebih baik bagi kamu." Ayat ini menjelaskan bahwa meskipun menampakkan sedekah itu baik, menyembunyikannya memiliki nilai yang lebih tinggi karena lebih murni dari gangguan niat.

Oleh karena itu, baik amal yang ditunjukkan kepada publik maupun yang dilakukan secara tersembunyi memiliki keutamaan masing-masing. Yang terpenting adalah menjaga niat agar selalu tulus karena Allah.

Gus Baha mengingatkan kita untuk bijak dalam menilai kapan sebaiknya amal diperlihatkan dan kapan lebih baik disembunyikan. Semua itu tergantung pada niat dan manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Rekomendasi