Bolehkah Melakukan Sujud Syukur Tanpa Wudhu? Simak Ulasan Buya Yahya

Buya Yahya menegaskan bahwa dalam mazhab Imam Syafi'i, sujud syukur dilakukan dengan mengucapkan takbir dan salam, mirip dengan cara pelaksanaan sholat.

Liputan6.com
Oleh Liputan6.com - Reporter
Bolehkah Melakukan Sujud Syukur Tanpa Wudhu? Simak Ulasan Buya Yahya
Ulama kharismatik sekaligus Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya. (YouTube Al Bahjah TV) (© 2025 Liputan6.com)

Dalam aktivitas sehari-hari, umat Islam kerap melaksanakan berbagai bentuk ibadah, salah satunya adalah sujud syukur. Meskipun demikian, masih banyak orang yang mempertanyakan syarat-syarat yang harus dipenuhi saat melakukan sujud syukur, seperti apakah perlu bersuci terlebih dahulu dan bagaimana tata cara pelaksanaannya yang mirip dengan sholat.KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), yang merupakan pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon, menjelaskan mengenai hal ini.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menyatakan bahwa sujud syukur memiliki syarat-syarat tertentu yang mirip dengan syarat sholat. "Sujud syukur syaratnya seperti syaratnya sholat, harus bersuci, menghadap ke kiblat, menutup aurat, seperti sholat," ujar Buya Yahya, sebagaimana dikutip dari tayangan video pendek di Youtube @buyayahyaofficial.Penjelasan ini berlandaskan pada pemahaman mazhab Imam Syafi'i, yang merupakan mazhab mayoritas di Indonesia.

Menurut Buya Yahya, dalam mazhab ini, sujud syukur harus dilakukan setelah melakukan wudhu dan diawali dengan takbir, sama seperti saat melaksanakan sholat. "Di dalam mazhab kita, Imam Syafi'i, dan dengan takbir dalam mazhab Imam Syafi'i, Allahu Akbar," tegas Buya Yahya.Namun, Buya Yahya juga menambahkan bahwa terdapat perbedaan pendapat di antara mazhab-mazhab lain.

Dalam mazhab lain, seperti yang dinyatakan oleh Imam Ahmad, sujud syukur dapat dilakukan tanpa harus mengucapkan takbir. "Ada cuma Anda bertanya di lingkungan Mazhab Syafi'i, kami hadirkan mazhab kita Imam Syafi'i bahwasanya sujud syukur adalah harus seperti orang melakukan sholat, dimulai dengan takbir dan dipungkasi dengan Assalamualaikum," lanjut Buya Yahya, simak ulasan lengkapnya yang dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Kamis(23/1/2025).

Sholat dalam Mazhab Imam Syafi'i memiliki Kemiripan

Rahasia Derajat Tinggi Menurut UAH, Cukup Istiqamah Lakukan Ini
Ustadz adi Hidayat (SS TikTok) © 2025 Liputan6.com

Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam mazhab Imam Syafi'i, sujud syukur dilaksanakan dengan diiringi takbir dan salam, yang memiliki kesamaan dengan prosedur sholat. "Itu sujud syukur dalam mazhab kitab Imam Syafi'i sudah jelas," ujarnya. Selain itu, dia juga menyoroti adanya perbedaan pandangan dalam mazhab Hambali mengenai cara pelaksanaan sujud syukur.

Dalam mazhab ini, tidak ada ketentuan untuk memulai dengan takbir. "Adapun di sana ada mazhab sebab Hambali berbeda, mungkin ada orang tiba-tiba langsung sujud," katanya.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat, Buya Yahya menegaskan bahwa bagi penganut mazhab Syafi'i, sujud syukur harus dilakukan sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan.

"Tapi kalau seorang Mazhab Syafi'i, tidak bisa melakukan seperti itu, Anda menghadap ke kiblat seperti orang melakukan sholat, takbiratul ihram lalu melakukan Allahu Akbar, sujud," ujarnya.

Setelah melakukan sujud, Buya Yahya menambahkan bahwa kita harus bangkit dari sujud dan mengucapkan salam. "Kemudian bangkit dari sujud, kemudian Assalamualaikum," tegasnya, mengingatkan bahwa tata cara sujud syukur dalam mazhab Syafi'i harus dilakukan secara lengkap dengan takbir dan salam.

Namun, dia juga memberikan penjelasan terkait praktik sujud syukur yang mungkin berbeda dengan mazhab Syafi'i. "Ada takbir, ada salamnya, cuma kalau anda melihat orang, mungkin dia ikut mazhab lain, enggak pakai takbir, enggak, in langsung sujud saja," jelasnya.

Meskipun terdapat variasi dalam tata cara ini, Buya Yahya menekankan pentingnya niat dalam melaksanakan sujud syukur. "Tapi harus niat sujud syukur, kalau tidak, haram dosa," tegasnya.

Lakukanlah Amalan yang Disarankan

Sujud Seperti Ini akan Dapat 8 Anugerah dalam Hidupnya, Rezeki Melimpah hingga Penjagaan dari Hal Buruk Kata UAH
UAH (SS. YT Short @Andhap_asor) © 2025 Liputan6.com

Menurut Buya Yahya, memiliki niat yang tulus saat melakukan sujud syukur sangatlah krusial. Sujud syukur adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang telah diberikan. "Jadi, sujud syukur itu harus niat, karena kalau tidak niat, maka itu tidak sah," jelas Buya Yahya.

Tata cara pelaksanaan sujud syukur ini bisa dilakukan kapan saja, baik setelah menerima nikmat atau setelah terhindar dari bencana. "Sujud syukur ini boleh dilakukan kapan saja, misalnya setelah mendapat nikmat atau ketika terhindar dari musibah," kata Buya Yahya.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menekankan bahwa sujud syukur merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk pengakuan dan ungkapan terima kasih kepada Allah. "Sujud syukur adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena itu adalah bentuk rasa terima kasih kita kepada Allah," katanya.

Sebagai umat Islam, penting untuk menjalankan ibadah dengan benar sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan. "Sebagai umat Islam, kita harus menjalankan ibadah dengan benar dan sesuai dengan tata cara yang ada," ujarnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan bahwa sujud syukur tidak hanya dilakukan melalui gerakan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan hati yang penuh rasa syukur. "Jangan hanya dilakukan dengan tubuh, tetapi juga dengan hati yang penuh rasa syukur," pesannya.

Sujud syukur, menurut Buya Yahya, adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat iman kita. "Sujud syukur ini adalah cara kita mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat iman kita," ujar Buya Yahya.

Dengan demikian, sujud syukur memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. "Sujud syukur ini bukan hanya sekedar gerakan, tetapi juga merupakan bentuk penghambaan kita kepada Allah," katanya.

Akhirnya, Buya Yahya menegaskan bahwa sujud syukur adalah amalan yang dapat mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan dalam kehidupan seorang Muslim. "Sujud syukur adalah amalan yang membawa keberkahan dan kebahagiaan dalam kehidupan kita sebagai umat Islam," tutup Buya Yahya.

Rekomendasi