Waspada, Ini Tips Agar Terhindar dari Jebakan SMS Palsu

Modus penipuan dengan mengirim pesan singkat (SMS) atau smishing masih menjadi salah satu media bagi para penipu untuk menjebak korbannya. Berikut tips supaya tak menjadi korban penipuan.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Waspada, Ini Tips Agar Terhindar dari Jebakan SMS Palsu
Waspada, Ini Tips Agar Terhindar dari Jebakan SMS Palsu. bca.co.id

Modus penipuan dengan mengirim pesan singkat (SMS) atau smishing masih menjadi salah satu media bagi para penipu untuk menjebak korbannya. Tujuan untuk mengambil dan mencuri data pribadi korban.

Pelaku tindakan smishing akan mengirim pesan dengan atas nama identitas palsu. Biasanya, mereka mengaku sebagai petugas bank, staff pemerintah atau yayasan, perwakilan instansi, lembaga keuangan, atau mengaku sebagai kawan lama.

Isi dari pesan teks smishing biasanya akan melampirkan sebuah link. Jika di klik, link ini akan mengarahkan penerimanya ke halaman mencurigakan yang menyerupai situs resmi.

Jika ditelusuri, dalam halaman tersebut ada formulir yang meminta kamu untuk memasukkan berbagai macam data. Data yang diminta biasanya bersifat rahasia seperti Nomor Kartu ATM, PIN, Kode OTP, dan lainnya. Jika memberikan data tersebut, penipu bisa mengakses rekening dan menguras habis uang di dalamnya.

BCA menjadi salah satu bank yang kerap kali namanya dicatut para pelaku untuk tindak penipuan. Kalau Anda dimintai Nomor Kartu ATM, PIN, Kode OTP, dan data pribadi lain, segera hapus pesan karena ini adalah modus penipuan. BCA sendiri tidak pernah meminta data-data pribadi perbankan nasabahnya melalui sarana apapun.

Agar terhindar dari modus penipuan sms, BCA pun membagikan tips menghindari dari smishing:

1. Jangan Pernah Membalas Pesan Asing

Terkadang, ada waktunya kita sulit membedakan mana pesan SMS asli dan mana pesan smishing. Langkah awal adalah dengan cek terlebih dahulu kontak atau pengirim, jika merasa asing dan tidak jelas, abaikan untuk membalas pesan tersebut.

2. Jangan Akses Link Pada Pesan Mencurigakan

Pesan smishing biasanya akan berisikan informasi palsu seperti mendapat hadiah door prize, penawaran program menarik, berpura-pura menjadi kawan lama, atau menjanjikan hadiah uang atau produk gratis. Biasanya penipu menawarkan iming-iming dan meminta untuk akses link yang terdapat pada pesan tersebut. Hati-hati, karena ini adalah trik penipuan yang berusaha mengelabui kamu.

3. Jangan pernah membagikan data pribadi perbankan

Tujuan akhir dari penipu adalah meminta data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti Nomor Kartu ATM, PIN, Kode OTP, Kode CVV/CVC dan banyak lagi. Jika kamu mengindikasi ada yang meminta data-data tersebut, itu adalah modus untuk mencuri akses ke rekening BCA kamu. Jangan membagikan data pribadi ke siapa pun lewat sarana apa pun, apalagi lewat link mencurigakan.

Setiap jenis penipuan online biasanya akan berbahaya untuk data finansial yang biasanya akan disalahgunakan untuk mengakses akun bank yang kamu gunakan.

Jika ragu, segera hubungi customer service resmi BCA atau media sosial resmi untuk memastikan informasi atau meminta bantuan terkait akun finansial. Berikut adalah beberapa kontak resmi BCA:

- Halo BCA : 1500888 (tanpa awalan 021, +62 atau apapun).
- WhatsApp : 08111500998 (ber centang hijau)
- Instagram: @GoodLifeBCA (ber centang biru).

Rekomendasi