CEK FAKTA: Penjelasan Satpol PP Soal Video PKL Penuhi Kawasan Kota Tua

Viral video di media sosial terlihat pedagang kaki lima (PKL) membanjiri kawasan Kota Tua. Video berdurasi satu menit tersebut, para PKL memenuhi trotoar yang ada di depan museum Mandiri hingga Stasiun Kota.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
CEK FAKTA: Penjelasan Satpol PP Soal Video PKL Penuhi Kawasan Kota Tua
PKL Kota Tua. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Viral video di media sosial terlihat pedagang kaki lima (PKL) membanjiri kawasan Kota Tua. Video berdurasi satu menit tersebut, para PKL memenuhi trotoar yang ada di depan museum Mandiri hingga Stasiun Kota.

Para PKL terlihat menjajakan dagangannya mulai dari makanan sampai aksesoris tepat di atas trotoar hasil revitalisasi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat, Agus Irwanto, mengklarifikasi terkait video yang menunjukkan kawasan Kota Tua dibanjiri ratusan PKL. Dia membantah adanya pedagang kaki lima (PKL) yang membanjiri kawasan Kota Tua beberapa hari lalu.

"Yang ada di video itu pas Natal tahun lalu. Sekarang sudah dipastikan lokasi itu sudah steril," kata Agus saat dihubungi di Jakarta, Rabu. Dikutip dari ANTARA.

Agus mengatakan, kala itu ratusan PKL tersebut langsung berdagang di halaman Kota Tua lantaran mengklaim telah mendapatkan izin dari Gubernur DKI Jakarta, sebelumnya, Anies Baswedan. Mereka langsung memadati halaman Kota Tua hingga depan museum Mandiri dan Stasiun Kota.

Agus menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan membludaknya PKL kala itu. Pertama, kondisi Kota Tua yang bagus membuat banyak pengunjung berdatangan.

Sehingga PKL luar yang sebelumnya tidak berdagang di Kota Tua pun berdatangan. Bahkan tercatat sekitar 900 PKL memadati kawasan Kota Tua saat itu.

"Pedagang asli kota tua itu sebenarnya hanya 400. Cuma kemarin naik hampir 900 itu pedagang, makanya sangat membludak," jelas dia.

Karena kondisi Kota Tua yang sudah terlalu padat, Agus beserta jajarannya pun langsung melakukan tindakan.

"Kami kan tidak ingin ada clash, kalau kami tindak tapi akhirnya ribut akhirnya terkesan semena-mena. Akhirnya kami arahkan dan imbau untuk tidak berdagang di lokasi tersebut," kata Agus.

Petugas pun memberikan teguran berupa kartu kuning kepada para pedagang yang ada di lokasi saat itu. Mereka diminta untuk pindah dalam kurun waktu satu sampai dua hari.

Setelah proses sosialisasi, para pedagang itu pun akhirnya pindah. Hingga saat ini, Agus memastikan halaman Kota Tua sudah bersih dari para PKL.

"Kami memang punya tempat khusus untuk pada PKL seperti di Kota Intan dan beberapa lokbin lain. Nah kita arahkan para PKL untuk ke sana," jelas dia.

Wali Kota Jakbar Cek Lokasi

Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko melakukan pemantauan Kota Tua Jakarta Barat dengan menginstruksikan kepada jajarannya untuk menyampaikan laporan secara rutin menyusul video viral keramaian pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut.

"Saya minta petugas lapor ke saya langsung. Kirim video setiap beberapa menit di pagi, siang,, sore dan malam," kata Yani saat ditemui di kawasan Kembangan Selasa, Kamis.

Hal tersebut sekaligus merespons dari video viral yang menunjukkan keramaian PKL di halaman Kota Tua beberapa waktu lalu.

Yani melanjutkan, seluruh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berpatroli secara rutin ke seluruh sisi zona merah Kota Tua.

Zona merah yang dimaksud yakni wilayah yang tidak boleh ditempati PKL. Jika ada PKL yang menempati lokasi tersebut, pihak petugas akan memberikan teguran hingga dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa penyitaan.

"Kami imbau untuk pindah ke lokasi binaan yang sudah kita sediakan yakni di Kota Intan," kata Yani.

Terkait video yang viral tersebut, Yani memastikan peristiwa yang terjadi di dalam video berlangsung pada Desember 2022 lalu.

Kala itu masih dalam masa libur Natal dan tahun baru sehingga jumlah pengunjung di Kota Tua pun membeludak. Alhasil, kondisi itu dimanfaatkan para PKL dari luar Kota Tua untuk berdagang.

Rekomendasi